PGN menyatakan komitmennya untuk memastikan layanan gas bumi yang andal dan berkelanjutan bagi RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna menjamin penyaluran gas bumi yang aman dan optimal untuk mendukung operasional rumah sakit yang melayani masyarakat selama 24 jam.
Area Head PGN Semarang, Sugiyanto Eko Cahyono, mengatakan RSUP Dr. Sardjito saat ini menggunakan gas bumi dengan volume sekitar 30 ribu meter kubik per bulan. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers.
Ia menjelaskan, ke depan akan dilakukan transisi layanan penyaluran dari PGN Gagas ke PGN dengan tetap menjaga kualitas dan keandalan pasokan. Gas bumi tersebut dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan boiler atau pemanas serta memenuhi kebutuhan energi dapur rumah sakit.
“PGN hadir dengan sepenuh hati sebagai mitra strategis sektor kesehatan dalam mewujudkan operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui sinergi dengan pemerintah, salah satunya BPH Migas, kami berkomitmen menyediakan layanan energi yang aman dan tersedia 24 jam, sehingga rumah sakit dapat fokus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sugiyanto.
PGN juga menegaskan komitmen untuk menjamin keberlanjutan pasokan gas bumi yang aman dan andal bagi RSUP Dr. Sardjito. Saat ini, penyaluran gas bumi ke rumah sakit tersebut menggunakan skema beyond pipeline, yakni Compressed Natural Gas (CNG) yang disuplai anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).
Komite BPH Migas, Arief Wardono, menyatakan secara umum penyaluran gas bumi kepada pelanggan PGN, baik sektor komersial maupun rumah tangga, berada dalam kondisi aman tanpa gangguan operasional. Khusus untuk RSUP Dr. Sardjito, BPH Migas memastikan gas bumi yang disalurkan mampu mendukung aktivitas vital rumah sakit secara berkelanjutan.
“BPH Migas meminta PGN untuk terus memberikan layanan gas bumi yang prima, sesuai dengan kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.
Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Riat El Khair, menyambut positif kemitraan pemanfaatan gas bumi bersama PGN. Menurutnya, penggunaan gas bumi memberikan dampak positif bagi rumah sakit, baik dari sisi efisiensi maupun keberlanjutan.
“Selain menurunkan biaya energi hingga sekitar 30 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya, gas bumi juga mendukung komitmen rumah sakit menuju pengelolaan lingkungan yang lebih hijau,” ucap Riat.

