PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mendapat pengakuan internasional setelah masuk dalam daftar 500 perusahaan di kawasan Asia-Pasifik versi Majalah TIME. Dalam pemeringkatan tersebut, PGN menempati peringkat ke-288 dengan total skor 82,65.
Daftar yang dirilis pada 11 Februari 2026 itu mencantumkan PGN sebagai salah satu dari 19 perusahaan BUMN dan swasta asal Indonesia yang dinilai berperan besar dalam ekonomi global.
Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan pengakuan tersebut menjadi penghargaan atas dedikasi seluruh pekerja PGN di tengah tantangan ekonomi yang kompleks. Ia menyebut capaian ini mencerminkan kemampuan perusahaan menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur, efisiensi operasional, serta mitigasi risiko yang pruden.
TIME bekerja sama dengan Statista menilai perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik menggunakan tiga metrik, yakni kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta evaluasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Dalam laporan tersebut, kebijakan tarif yang ditetapkan Amerika Serikat pada 2025 disebut berdampak signifikan terhadap perekonomian dunia. Meski demikian, perekonomian kawasan Asia-Pasifik dinilai stabil dan memiliki proyeksi bisnis yang jelas.
Pada parameter kepuasan karyawan, evaluasi dilakukan menggunakan data survei tahun 2024 dari karyawan di seluruh dunia dengan fokus utama wilayah Asia-Pasifik. PGN menyatakan terus menjaga kualitas lingkungan kerja agar tetap kompetitif dan adaptif untuk mendukung keberlangsungan bisnis.
Perusahaan mencatat jumlah pekerja sebanyak 2.752 orang, dengan tingkat keterikatan karyawan (employee engagement) mencapai 87,74% yang masuk kategori tinggi. Sementara itu, tingkat perputaran pekerja (turn over) tercatat kurang dari 3%.
Dari sisi kinerja keuangan, penilaian menggunakan basis data keuangan Statista dan penelitian terarah. PGN termasuk perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dipertimbangkan, antara lain menunjukkan pertumbuhan pendapatan positif pada 2022–2024 atau menghasilkan keuntungan pada 2024.
PGN membukukan tren pertumbuhan pendapatan dari USD 3,57 miliar pada 2022, meningkat menjadi USD 3,65 miliar pada 2023, dan kembali naik menjadi USD 3,78 miliar pada 2024.
Arief menyatakan PGN konsisten menerapkan pondasi transformasi perusahaan sejak 2022. Menurutnya, langkah tersebut membantu perusahaan mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah dinamika ekonomi global, melalui strategi memperkuat pemanfaatan infrastruktur gas bumi, meningkatkan efisiensi operasional, serta pengelolaan arus kas yang disiplin.
Untuk parameter transparansi keberlanjutan, TIME melakukan evaluasi berdasarkan data ESG yang distandarisasi dari Basis Data ESG Statista dan penelitian data. Berbagai indikator kinerja utama dikumpulkan untuk menyusun indeks ESG yang komprehensif, dan PGN menyebut risiko ESG perusahaan dari tahun ke tahun semakin rendah.
Dalam evaluasi lingkungan, penilaian mencakup tingkat pengurangan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021. PGN juga dinilai dari aspek keberagaman direksi dan kebijakan hak asasi manusia. Pada tata kelola, penilaian mencakup kontribusi melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kepatuhan, serta penerapan sistem anti-korupsi.
Arief menambahkan PGN menilai fundamental bisnis yang sehat dan pengelolaan operasional yang efisien menjadi modal untuk terus bertumbuh. Ia menyebut dinamika ekonomi global tetap menjadi perhatian, namun perusahaan berupaya melanjutkan ekspansi dan inovasi demi keberlanjutan bisnis jangka panjang.

