Tren global menuju ekonomi rendah emisi karbon kian menguat dan mendorong perusahaan untuk beradaptasi. Meski kerap dianggap rumit, perjalanan menuju bisnis berkelanjutan dapat dimulai dari langkah-langkah dasar, seperti memahami jejak karbon perusahaan, memperbaiki penggunaan energi, serta mengoptimalkan proses operasional agar lebih efisien.
Sejumlah studi menunjukkan, perusahaan yang mengukur emisi sejak dini berpeluang menekan biaya dalam jangka panjang sekaligus memperoleh keunggulan kompetitif. Pendekatan berbasis data dinilai menjadi fondasi penting agar transformasi berjalan terarah dan menghasilkan dampak nyata.
Untuk mempercepat transisi, perusahaan juga didorong memanfaatkan teknologi digital yang dapat menyederhanakan pelacakan emisi serta memantau perubahan secara berkala. Berbagai platform kini menyediakan dashboard real time, panduan standar global, hingga simulasi pengurangan emisi yang membantu pelaku usaha mengidentifikasi area yang paling membutuhkan perbaikan.
Salah satu contoh pendekatan yang digunakan adalah teknologi perhitungan karbon yang terintegrasi dengan standar GHG Protocol. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meninjau sumber emisi tidak hanya dari operasional utama, tetapi juga dari rantai pasokan, logistik, hingga konsumsi produk.
Pendekatan menyeluruh tersebut dinilai membantu perusahaan tetap relevan dengan tuntutan pasar global yang semakin menekankan transparansi lingkungan. Selain itu, kolaborasi disebut menjadi faktor penting karena transformasi keberlanjutan tidak dapat berjalan sendiri.
Dukungan dari lembaga keuangan, regulator, konsultan, serta mitra teknologi diperlukan agar perusahaan dapat menjalankan strategi ESG secara lebih terstruktur. Melalui dukungan tersebut, pelaku usaha berpeluang memperoleh pendampingan, akses pembiayaan berbasis kinerja keberlanjutan, serta alat ukur yang lebih akurat.
Di Indonesia, tren kemitraan untuk mendorong praktik bisnis rendah karbon disebut mulai menguat, termasuk kolaborasi antara platform digital dan institusi keuangan untuk membantu UKM maupun korporasi mempercepat transisi hijau.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional, Jejakin dan PT Bank CIMB Niaga Tbk meluncurkan GreenBizReady, sebuah platform yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha—baik UKM maupun korporasi—memulai dan mempercepat transisi menuju bisnis berkelanjutan.
Program ini menghadirkan CarbonIQ by Jejakin sebagai alat utama untuk menghitung emisi karbon perusahaan. CarbonIQ merupakan solusi digital yang memungkinkan bisnis mengukur, memantau, dan mengelola emisi sesuai standar global, termasuk GHG Protocol dan ISO 14064.

