BERITA TERKINI
Pertumbuhan Ekonomi 2025 Menguat, Pemerintah Dorong Konektivitas Lewat Angkutan Rel di Sulawesi

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Menguat, Pemerintah Dorong Konektivitas Lewat Angkutan Rel di Sulawesi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat menguat. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 6.000 triliun.

Deputi Bidang Neraca dan Statistik BPS Moh Edy Mahmud menyampaikan, pertumbuhan tersebut terjadi di tengah moderasi investasi dan belanja pemerintah. Sementara itu, konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor disebut tetap menjadi penopang utama. Angka pertumbuhan ini juga melampaui ekspektasi pasar yang, menurut catatan Bloomberg, berada pada konsensus 5 persen (yoy).

Jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan, capaian Indonesia pada periode yang sama dinilai lebih tinggi. Ekonomi Singapura tumbuh 2,9 persen (yoy), melambat dari 4,5 persen pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, ekonomi China tercatat tumbuh 4,8 persen (yoy). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis ekonomi Indonesia pada 2026 dapat tumbuh hingga 6 persen, dan target 8 persen disebut bukan mustahil dicapai pada 2028.

Di tengah dorongan penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur transportasi berbasis rel menjadi salah satu strategi yang disorot. PT Celebes Railway Indonesia (CRI) menjalankan pembangunan serta pengoperasian dan perawatan jalur kereta api Makassar–Parepare melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara Kementerian Perhubungan dan PT CRI.

Peran angkutan rel disebut strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Dampaknya antara lain mempererat hubungan perdagangan serta pertukaran barang dan jasa antardaerah, sekaligus membuka lintas ekonomi baru yang dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah.

Di Sulawesi Selatan, jalur Makassar–Parepare menghubungkan lima kabupaten/kota. Konektivitas ini diharapkan mendorong distribusi komoditas menjadi lebih efisien dan membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengembangan jaringan rel di luar Pulau Jawa juga diposisikan sebagai bagian dari pergeseran orientasi pembangunan, dari ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam menuju penguatan infrastruktur transportasi dan konektivitas. Sebagai operator prasarana kereta api di Sulawesi Selatan, PT CRI bertanggung jawab atas perawatan dan pengoperasian jalur rel di wilayah tersebut, yang dinilai berperan dalam mendukung pemerataan ekonomi daerah sekaligus integrasi nasional.

Ke depan, pemerintah disebut tengah mempersiapkan pembangunan jaringan rel lintas provinsi di kawasan Sulawesi sepanjang sekitar 3.000 kilometer. Rencana ini mencakup Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.

Pembangunan jaringan tersebut diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan pendapatan asli provinsi. Dengan transportasi yang lebih efisien, pertukaran barang dan jasa diharapkan berjalan lebih lancar, serta komoditas lokal dapat bergerak simultan menuju pasar nasional maupun ekspor.

Secara keseluruhan, penguatan angkutan berbasis rel dipandang sebagai bagian dari reorientasi pembangunan ekonomi modern yang menekankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan penguatan konektivitas antardaerah.