PT Pertamina (Persero) menyatakan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak berkelanjutan. Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkembang dan memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat global.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan salah satu upaya pemberdayaan dilakukan melalui program Rumah BUMN. Melalui program tersebut, Pertamina menyelenggarakan webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Baron, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini itu disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas di tengah dinamika global.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) and Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Management Pertamina Rudi Ariffianto, saat membuka webinar pada Rabu (22/4), menyoroti tantangan ekonomi global, termasuk kenaikan biaya produksi yang dinilai berdampak pada daya jual UMKM.
Rudi menyampaikan bahwa UMKM tengah menghadapi ujian ketahanan, meski indikator ekonomi Indonesia disebutnya masih menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ia menilai ketahanan perlu diiringi inovasi dan kegigihan agar UMKM dapat membuka peluang pasar baru serta terus meningkatkan daya saing.
Webinar tersebut menghadirkan Nilamsari Sahadewa, Founder Kebab Turki Baba Rafi, yang berbagi pengalaman membangun usaha dari skala gerobak hingga menembus pasar internasional. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, budaya kerja, serta kesiapan sumber daya untuk menghadapi pertumbuhan usaha, termasuk strategi membangun merek dan menghadapi krisis.
Pertamina menyebutkan, melalui 30 Rumah BUMN, perusahaan telah membina 15.884 UMKM. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, dan 179 pameran lokal yang difasilitasi Pertamina bagi UMKM binaan.
Baron menambahkan, peringatan Hari Kartini menjadi pengingat agar semangat perjuangan, inovasi, dan ketangguhan terus hidup dalam diri pelaku UMKM Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan membawa produk lokal ke panggung dunia.
Ia juga menyebut peringatan Hari Kartini menegaskan pentingnya bijak energi di tengah tekanan biaya dan dinamika global. Menurutnya, efisiensi dan pemanfaatan energi berkelanjutan tidak hanya bertujuan menekan biaya, tetapi juga menjadi kunci daya saing serta nilai tambah bagi UMKM.