BERITA TERKINI
IHSG Turun Hampir 7% dalam Sepekan, Tekanan Global dan Keputusan MSCI Jadi Sorotan

IHSG Turun Hampir 7% dalam Sepekan, Tekanan Global dan Keputusan MSCI Jadi Sorotan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia melemah hampir 7% dalam sepekan. IHSG turun dari level 7.663 pada awal pekan menjadi 7.129 pada penutupan perdagangan hari ini.

Sejumlah faktor disebut menekan pergerakan pasar, salah satunya keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai tekanan pasar perlu dilihat dalam konteks ketidakpastian global yang masih tinggi.

Menurut Rully, pelemahan rupiah belakangan ini lebih mencerminkan kombinasi sentimen risk-off global dan meningkatnya risk premium domestik, bukan akibat krisis kebijakan yang ekstrem. Rupiah ditutup di level Rp17.278 per dolar AS pada 23 April 2026, melemah sekitar 3,5% sejak awal tahun. Meski demikian, pelemahan rupiah dinilai masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lain seperti rupee India dan lira Turki.

MSCI menyatakan pembekuan rebalancing dilakukan sambil mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru otoritas pasar modal Indonesia. Evaluasi tersebut terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

Selain itu, MSCI juga menunda penambahan Foreign Inclusion Factors (FIF) serta perubahan klasifikasi sejumlah saham Indonesia dalam indeksnya.

Di sisi lain, otoritas pasar modal Indonesia disebut menunjukkan progres reformasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyelesaikan empat dari delapan agenda reformasi transparansi pasar modal yang diumumkan pada awal April 2026.

Agenda yang telah diselesaikan meliputi publikasi daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, pengungkapan kepemilikan saham di atas 1% secara bulanan, perluasan klasifikasi investor KSEI, serta penerapan aturan minimum free float 15%.

Rully menilai reformasi yang sudah dijalankan menjadi sinyal positif bagi pasar. Ia menyebut penguatan IHSG sejak awal April menunjukkan kepercayaan investor terhadap komitmen reformasi masih terjaga. Namun, pasar tetap mencermati konsistensi pelaksanaan reformasi serta penilaian MSCI terhadap efektivitas kebijakan yang diterapkan.

Sejak pengumuman reformasi pada 2 April 2026, IHSG tercatat menguat sekitar 8% meskipun volatilitas masih tinggi. Perhatian investor berikutnya tertuju pada MSCI Index Review pada 12 Mei 2026 dan hasil Market Accessibility Review pada Juni 2026, yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar domestik serta persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia.