BERITA TERKINI
Permintaan Impor Makanan Laut Singapura Stabil, Vietnam Naik ke Tiga Besar Pemasok pada 2025

Permintaan Impor Makanan Laut Singapura Stabil, Vietnam Naik ke Tiga Besar Pemasok pada 2025

Pasar Singapura mencatat permintaan impor makanan laut yang relatif seimbang pada 2025, terutama untuk empat kelompok utama komoditas HS03. Keempatnya meliputi ikan segar/dingin selain fillet dan daging ikan (0302), ikan beku selain fillet dan daging ikan (0303), fillet ikan serta daging ikan dingin/beku (0304), dan krustasea olahan/mentah olahan (0306). Sepanjang 2025, nilai impor masing-masing kelompok tersebut tercatat melampaui SGD 200 juta, atau setara sekitar SGD 17–25 juta per bulan.

Dari empat kelompok utama itu, krustasea olahan/mentah olahan (0306) menjadi kategori dengan nilai impor tertinggi, mencapai SGD 292,8 juta pada 2025. Nilai tersebut setara sekitar SGD 25,4 juta per bulan dan menyumbang 24% dari total nilai impor makanan laut Singapura. Hingga akhir 2025, keempat kelompok utama tersebut diperkirakan mencatat pertumbuhan positif rata-rata 5,6% dibandingkan 2024.

Di luar empat kelompok utama, Singapura juga mengimpor ikan hidup (0301), ikan olahan (0305), moluska olahan/mentah olahan (0307), serta invertebrata air olahan/mentah olahan selain krustasea dan moluska (0308). Di antara kelompok tambahan tersebut, moluska olahan/mentah olahan (0307) mencatat nilai impor tertinggi sepanjang 2025, yakni lebih dari SGD 139,5 juta. Sementara itu, kelompok 0308 menjadi yang terendah dengan nilai SGD 25,5 juta dan terus mengalami penurunan tajam, turun hampir 20% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Sepanjang 2024, kelompok ini juga turun 21% dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Dari sisi mitra pemasok, Malaysia dan Indonesia menjadi pemasok makanan laut terbesar dan kedua terbesar ke Singapura pada 2025. Nilai impor dari Malaysia mencapai SGD 159,5 juta atau 13,1% pangsa pasar, sedangkan Indonesia sebesar SGD 139,1 juta atau 11,4%. Untuk pasokan dari kedua negara tersebut, Singapura terutama berfokus pada krustasea olahan/mentah (0306) dan ikan segar/dingin selain fillet dan daging ikan (0302).

Vietnam mempertahankan posisi sebagai pemasok terbesar ketiga pada 2025 dengan nilai impor ke Singapura mencapai SGD 125,5 juta, setara 10,3% pangsa pasar. Komoditas utama Vietnam di pasar ini adalah fillet ikan dingin/beku dan daging ikan (0304) serta krustasea olahan/mentah (0306). Secara keseluruhan, nilai impor makanan laut (HS03) dari Vietnam ke Singapura pada 2025 meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Di antara produk Vietnam, fillet ikan dingin/beku dan daging ikan (0304) menjadi kelompok bernilai impor tertinggi pada 2025, mencapai SGD 63 juta. Angka ini naik 4,8% dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan disebut menyumbang 29,7% pangsa pasar. Kelompok 0304 juga menjadi kategori di mana produk Vietnam dinilai mempertahankan posisi dominan di pasar Singapura.

Selain 0304, Vietnam memiliki dua kelompok lain dengan nilai impor yang signifikan pada 2025, yakni krustasea olahan/mentah olahan (0306) sebesar SGD 28,6 juta dan moluska olahan/mentah olahan (0307) sebesar SGD 15,8 juta. Keduanya masing-masing mewakili 9,8% dan 11,4% pangsa pasar, serta mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, yaitu 25,4% untuk 0306 dan 35,8% untuk 0307.

Meski demikian, ekspor makanan laut Vietnam ke Singapura disebut masih menghadapi persaingan dari sejumlah negara. Norwegia memimpin pada kelompok ikan segar/dingin (0302) dengan pangsa 42,5% dari impor Singapura untuk kategori tersebut. Tiongkok, yang pada kuartal III/2025 melampaui Norwegia untuk menjadi pemasok terbesar keempat setelah Vietnam, mempertahankan kekuatan pada krustasea olahan/mentah (0306) dan moluska olahan/mentah (0307), yang berhadapan langsung dengan produk Vietnam. Jepang juga disebut menyalip Norwegia dan menjadi pemasok terbesar kelima, dengan kinerja kuat pada ikan beku (0303) serta moluska olahan/mentah (0307).

Dalam beberapa tahun terakhir, posisi Vietnam di pasar Singapura mengalami peningkatan. Pada 2024, Vietnam melampaui Jepang dan selama 12 bulan berturut-turut berada pada peringkat kelima mitra ekspor makanan laut terbesar Singapura. Pada kuartal I/2025, Vietnam melampaui Tiongkok untuk menjadi peringkat keempat, dan dengan capaian sepanjang 2025, Vietnam bertahan sebagai pemasok terbesar ketiga setelah Malaysia dan Indonesia. Perubahan ini menandai kenaikan dari kelompok enam besar ke tiga besar pemasok makanan laut di pasar tersebut.

Namun, disebutkan bahwa selisih nilai perdagangan Vietnam dengan pesaing seperti Tiongkok dan Norwegia belum besar. Karena itu, pelaku usaha Vietnam didorong untuk memperkuat upaya promosi, berinovasi dalam teknologi, serta menerapkan mesin dan peralatan yang lebih maju guna menjaga kuantitas dan kualitas produk sesuai tuntutan pasar. Di sisi kebijakan, pemerintah Vietnam disarankan terus mendorong program promosi perdagangan, termasuk dukungan bagi usaha kecil dan menengah dalam transformasi digital, penerapan teknologi informasi, serta kegiatan e-commerce, dan memfasilitasi partisipasi perusahaan dalam pameran dagang untuk memperkuat kehadiran produk dan merek Vietnam di pasar internasional.