BERITA TERKINI
Perang di Timur Tengah Berisiko Picu Stagflasi Global

Perang di Timur Tengah Berisiko Picu Stagflasi Global

Ketegangan dan perang di Timur Tengah dinilai berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam kondisi stagflasi. Risiko itu muncul ketika lonjakan harga energi dan gangguan pada aktivitas perdagangan terjadi bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Dalam situasi konflik, harga minyak berpotensi naik tajam. Kenaikan harga minyak dapat mendorong biaya produksi dan distribusi meningkat, yang pada akhirnya menekan harga berbagai barang dan jasa. Tekanan harga ini dapat memperburuk inflasi di banyak negara.

Di saat yang sama, perang juga dapat mengganggu jalur perdagangan dan rantai pasok. Hambatan pada arus barang lintas negara berisiko menurunkan aktivitas ekonomi, menekan konsumsi dan produksi, serta memperlambat pertumbuhan.

Kombinasi inflasi yang tinggi dan pertumbuhan yang melemah inilah yang menjadi ciri stagflasi. Jika eskalasi berlanjut dan dampaknya meluas, perekonomian global berpotensi menghadapi periode ketidakpastian yang lebih panjang.