Peta penyaluran kredit perbankan nasional di kelompok bank bermodal inti terbesar (KBMI IV) menunjukkan dinamika menjelang penutupan tahun buku 2025. Data laporan keuangan bulanan per November 2025 memperlihatkan perbedaan arah strategi antara bank-bank milik negara (Himbara) dan bank swasta terbesar.
Bank-bank pelat merah tercatat tetap mendorong pertumbuhan kredit secara agresif, baik secara bulanan (month-on-month/MoM) maupun tahunan (year-on-year/YoY). Di sisi lain, bank swasta besar terlihat lebih konservatif dengan langkah konsolidasi portofolio kredit pada akhir kuartal IV.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi penyalur kredit terbesar secara nominal. Hingga akhir November 2025, kredit Bank Mandiri tercatat Rp1.451,62 triliun. Secara tahunan, angka ini tumbuh 13,10% dibandingkan November 2024 yang sebesar Rp1.283,44 triliun—tertinggi di antara empat bank besar. Secara bulanan, kredit Mandiri juga naik 3,41% dari Oktober ke November 2025.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pertumbuhan bulanan tercepat. Kredit BNI meningkat 3,44% dalam satu bulan, dari Rp795,21 triliun pada Oktober menjadi Rp822,59 triliun pada November 2025. Secara YoY, kredit BNI tumbuh 11,23%.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mempertahankan pertumbuhan yang lebih stabil. Per November 2025, BRI menyalurkan kredit Rp1.306,53 triliun dengan pertumbuhan tahunan 7,16%.
PT Bank Central Asia Tbk. menjadi satu-satunya bank KBMI IV yang mencatat kontraksi kredit secara bulanan. Kredit BCA turun tipis 0,25% menjadi Rp921,19 triliun pada November 2025, dari Rp923,54 triliun pada bulan sebelumnya. Namun secara tahunan, kredit BCA masih tumbuh 5,19% dibandingkan November 2024.
Secara keseluruhan, perkembangan kredit di KBMI IV hingga November 2025 menunjukkan fungsi intermediasi perbankan masih berjalan, dengan sejumlah bank mencatat pertumbuhan kredit tahunan hingga dua digit.

