BERITA TERKINI
Pengembang UEA Ayedh Dejem Group Garap Proyek Properti Rp4 Triliun di IKN

Pengembang UEA Ayedh Dejem Group Garap Proyek Properti Rp4 Triliun di IKN

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menarik minat investor asing. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembang properti asal Uni Emirat Arab (UEA), untuk mengembangkan proyek properti dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pengalokasian lahan strategis di kawasan inti IKN. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, mengatakan perjanjian tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong realisasi investasi asing di Nusantara.

“OIKN bersama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan dengan luasan 9,7 hektare,” ujar Sudiro dalam keterangan resmi, Minggu (25/1/2026).

Lahan yang dialokasikan berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di atas lahan seluas 9,7 hektare tersebut, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kawasan terpadu (mixed-use) yang mencakup kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid.

Menurut OIKN, proyek ini dirancang untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang terintegrasi di kawasan pemerintahan baru.

Sudiro menyebut nilai investasi yang dikucurkan Ayedh Dejem Group diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Namun, sebelum konstruksi fisik dimulai, proyek akan melewati rangkaian tahapan awal, meliputi pendetailan perencanaan, pengurusan perizinan, hingga proses pelelangan kontraktor.

Seluruh tahapan pra-konstruksi tersebut diproyeksikan berlangsung maksimal 1,5 tahun sejak penandatanganan perjanjian pada 23 Januari 2026. Apabila sesuai jadwal, pembangunan fisik ditargetkan mulai pertengahan 2027 dan dilaksanakan bertahap hingga lima tahun berikutnya.

OIKN menyatakan keterlibatan Ayedh Dejem Group merupakan hasil proses yang tidak singkat. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi IKN dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025.

Pendiri sekaligus pimpinan Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menilai kerja sama ini memiliki prospek jangka panjang. “Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan signifikan di sektor properti di Nusantara,” tuturnya.

Seiring masuknya investasi baru, pembangunan infrastruktur pendukung di KIPP 1A juga terus berjalan. OIKN mencatat terdapat sejumlah proyek jalan strategis yang sedang dikerjakan, antara lain pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A senilai Rp1,1 triliun dengan panjang 5,399 km yang dikerjakan pada Oktober 2025–November 2027, serta pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif dengan nilai kontrak Rp1,9 triliun dan panjang 6,418 km yang dilaksanakan pada Oktober 2025–Desember 2027.

OIKN menilai kehadiran proyek-proyek tersebut akan memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat pemerintahan sekaligus kawasan ekonomi baru, di tengah meningkatnya kepercayaan investor global terhadap pembangunan Nusantara.