Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan program Kawasan Industri Strategis Sumut (KISS) untuk menggenjot nilai investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program KISS disebut sebagai salah satu implementasi visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Bobby Nasution-Surya, serta tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2024–2029.
Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan, mengatakan Pemprov Sumut menawarkan pemanfaatan aset daerah berupa lahan seluas 2.500 hektare di Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara, kepada calon investor. Hal itu disampaikan Dikky dalam temu pers bertema “Capaian dan Akselerasi Program Prioritas, Proyek Strategis dan Kegiatan Unggulan” di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (21/1/2026).
Menurut Dikky, posisi lahan Tanjung Kasau dinilai strategis karena terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan. Dari sisi akses kawasan, ia menyebut lokasi tersebut juga lebih ekonomis dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Dikky menilai lahan Tanjung Kasau layak dikembangkan untuk investasi perkebunan, antara lain sawit, karet, dan kelapa. Untuk pencarian investor, Pemprov Sumut berencana bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). “Saat ini sedang kita upayakan juga dengan Danantara,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sumut, sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution, akan menyiapkan skema perizinan yang cepat dan mudah guna mendukung masuknya investor.
Dikky menambahkan, penawaran pemanfaatan lahan Tanjung Kasau dipandang lebih potensial secara ekonomi, terutama untuk meningkatkan pendapatan daerah. Ia membandingkan dengan skema KEK Sei Mangkei yang menurutnya lebih banyak berujung pada penerimaan dana bagi hasil. Sementara lewat skema pemanfaatan aset, Pemprov Sumut menargetkan penerimaan langsung berupa pendapatan asli daerah (PAD).
Ke depan, program KISS untuk lahan Tanjung Kasau juga akan dipromosikan dalam ajang Indonesia, Malaysia, Thailand Tri Angel (IMT-GT), serta ditujukan kepada investor dari negara-negara maju.

