Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menyusun rancangan proses bisnis untuk berbagi pakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyusunan rancangan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan tujuan mengatur alur permohonan, verifikasi, hingga pemanfaatan data sosial ekonomi oleh seluruh perangkat daerah.
Melalui rancangan ini, Diskominfotik menargetkan tata kelola data dapat berjalan sesuai prinsip pemerintahan yang baik dan akuntabel. Pengaturan proses berbagi pakai data diharapkan membantu memastikan penggunaan DTSEN berlangsung tertib dan sesuai standar yang berlaku.
Selain DTSEN, Diskominfotik juga menyiapkan tata kelola data berbasis By Name By Address (BNBA) atau berdasarkan nama dan alamat. Pendekatan ini ditujukan agar pemerintah daerah memiliki data individu dan rumah tangga secara lebih spesifik untuk mendukung perumusan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama pada sektor perlindungan sosial, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Bidang Statistik Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Marto Biki, mengatakan Diskominfotik sebagai Walidata daerah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan data sektoral serta memastikan proses berbagi pakai data berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, mekanisme akses dan pemanfaatan data nantinya akan dilakukan melalui Aplikasi PENTAGON yang dikelola Diskominfotik.
“Dalam implementasinya nanti, mekanisme akses dan pemanfaatan data akan dilakukan melalui Aplikasi PENTAGON yang dikelola oleh Diskominfotik sebagai Walidata daerah. Sistem ini akan dilengkapi dengan pengaturan hak akses, proses verifikasi permohonan data, serta pengendalian penggunaan data sesuai dengan tingkat keterbukaan data,” ujar Marto.
Ia menambahkan, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam penerapan mekanisme tersebut. Pemanfaatan data DTSEN maupun data berbasis BNBA disebut harus dilakukan secara hati-hati melalui sistem pengamanan yang terintegrasi.
Penerapan sistem keamanan pada Aplikasi PENTAGON bertujuan memastikan data yang bersifat sensitif, khususnya data individu berbasis BNBA, hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kewenangan dan sesuai kebutuhan program pembangunan.