BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi: Pembenahan SPPG, Batas Kenaikan Tiket Pesawat, hingga Target Produksi Sedan Listrik 2028

Sorotan Ekonomi: Pembenahan SPPG, Batas Kenaikan Tiket Pesawat, hingga Target Produksi Sedan Listrik 2028

Sejumlah isu ekonomi menjadi perhatian pada Kamis (9/4), mulai dari langkah pemerintah menyempurnakan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penegasan batas kenaikan tiket pesawat, penguatan kolaborasi industri kreatif, percepatan pembukaan lowongan kerja Bea Cukai untuk lulusan SMA, hingga harapan produksi massal sedan listrik pada 2028.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan strategi pemerintah untuk membenahi tata kelola di setiap SPPG. Saat berada di Kota Malang, Jawa Timur, ia menyebut salah satu langkah yang telah ditempuh ialah penerbitan Peraturan Badan Gizi Nasional yang memuat persyaratan yang harus dipenuhi pengelola SPPG.

Di sektor transportasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan maskapai tidak boleh menaikkan harga tiket pesawat melampaui batas maksimal 13 persen sesuai kebijakan pemerintah. Ia menjelaskan rentang kenaikan yang ditetapkan berada pada kisaran 9 hingga 13 persen, sehingga maskapai diharapkan mematuhi ketentuan tersebut tanpa mengambil keuntungan berlebihan.

Dari bidang ekonomi kreatif, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak pelaku industri kreatif memperkuat kolaborasi strategis sektor ekonomi kreatif. Ajakan itu disampaikan saat menerima pimpinan media konten gaya hidup The Maple Media di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Dalam keterangan tertulis, CEO Redwoods Digital Growth Group (RWDGG) Deddy Wiryawan menyampaikan pembahasan menitikberatkan pada dukungan terhadap ekonomi kreatif serta peran pemerintah dalam mendorongnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempercepat pembukaan lowongan kerja pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagi lulusan SMA/sederajat. Ia menyatakan percepatan dilakukan karena tingginya minat pelamar dan kebutuhan tenaga operasional di lapangan.

Adapun dari agenda pengembangan industri kendaraan listrik, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat memproduksi sedan listrik secara besar-besaran pada 2028. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah.