Pemerintah menyiapkan pendampingan literasi dan perencanaan keuangan bagi para atlet yang menerima bonus prestasi ASEAN Para Games 2026. Program ini akan dilakukan melalui kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Bank Rakyat Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan pendampingan tersebut diperlukan agar bonus yang diterima atlet dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, bonus tidak hanya menjadi bentuk apresiasi negara atas kerja keras atlet, tetapi juga ditujukan untuk mendukung keamanan finansial mereka ke depan.
“Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia akan memberikan pendampingan literasi dan perencanaan keuangan,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Rabu. Ia menambahkan pendampingan penting agar bonus dapat dikelola menjadi tabungan yang bermanfaat di masa depan.
Sebelumnya, pada Selasa (17/3), pemerintah telah mencairkan bonus prestasi kepada pelatih dan atlet Indonesia yang berprestasi di ajang ASEAN Para Games 2026.
Erick menyebut pemerintah menyalurkan total Rp365 miliar dalam bentuk bonus untuk atlet penyumbang medali serta para pelatih. Dalam ajang tersebut, Indonesia meraih 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu.
Rincian bonus untuk atlet antara lain Rp1 miliar bagi peraih medali emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk medali emas nomor ganda, dan Rp500 juta untuk medali emas nomor beregu. Sementara itu, bonus untuk pelatih diberikan sebesar Rp300 juta untuk pelatih nomor perorangan dan Rp400 juta untuk pelatih nomor beregu.