Presiden Prabowo Subianto disebut tengah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang dipicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Upaya ini diarahkan untuk menjaga ketahanan fiskal dan stabilitas perekonomian nasional.
Salah satu opsi kebijakan yang sedang dikaji di internal pemerintah adalah pemotongan remunerasi para menteri kabinet dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wacana tersebut dipandang sebagai langkah penghematan anggaran negara di tengah potensi guncangan ekonomi yang dikhawatirkan dapat merembet ke pasar domestik.
Menurut informasi yang beredar, Presiden Prabowo telah menyampaikan rencana penghematan melalui pemotongan gaji menteri dan DPR dalam konteks menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko jangka menengah saat situasi geopolitik memanas.
Meski demikian, rincian teknis, termasuk besaran persentase pemotongan, belum diumumkan secara resmi. Pemerintah disebut masih melakukan kajian mendalam melalui tim ekonomi kepresidenan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Jika diterapkan, rencana ini juga ditujukan untuk menunjukkan solidaritas kepemimpinan dan prinsip berbagi beban dalam penyesuaian anggaran. Penghematan yang terkumpul direncanakan dialokasikan ke pos-pos yang dinilai lebih prioritas untuk menghadapi tekanan eksternal.
Wacana pemotongan gaji pejabat tinggi tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi belanja negara sebagai respons terhadap tantangan ekonomi makro yang dipengaruhi dinamika kawasan strategis, termasuk Timur Tengah.