BERITA TERKINI
Pembiayaan Berkelanjutan BCA Syariah Tembus Rp2,83 Triliun, Segmen Hijau Tumbuh Lebih Cepat dari UMKM

Pembiayaan Berkelanjutan BCA Syariah Tembus Rp2,83 Triliun, Segmen Hijau Tumbuh Lebih Cepat dari UMKM

BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan yang semakin menonjol pada 2024, dengan laju pembiayaan berwawasan lingkungan melampaui pertumbuhan pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perkembangan ini memberi sinyal perubahan arah portofolio di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan.

Berdasarkan Sustainability Report 2024, total pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah mencapai Rp2,83 triliun atau setara 26,4% dari total pembiayaan. Nilai tersebut tumbuh 4,3% secara tahunan, mencerminkan peningkatan porsi pembiayaan yang masuk kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan.

Namun, pertumbuhan di dalam komponen pembiayaan berkelanjutan tidak merata. Pembiayaan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang bank syariah hanya meningkat 0,3% secara tahunan menjadi Rp1,82 triliun. Sementara itu, pembiayaan untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan naik 12,4% menjadi Rp1 triliun.

Perbedaan laju pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan hijau mulai mengambil peran lebih besar, tidak lagi sekadar pelengkap. Di tengah lanskap keuangan yang kian dipengaruhi preferensi pasar terhadap praktik berkelanjutan, peningkatan pembiayaan berwawasan lingkungan dapat dibaca sebagai upaya memperkuat posisi pada sektor yang berkembang.

Dari sisi sebaran, pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah mengalir ke berbagai sektor, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam, transportasi ramah lingkungan, pengolahan air dan limbah, hingga produk-produk eco-efficient. Meski demikian, UMKM masih menyerap porsi terbesar, yakni 64,5% dari total pembiayaan berkelanjutan, walaupun pertumbuhannya tercatat melambat.

Tren keberlanjutan juga terlihat pada sisi investasi. Investasi berkelanjutan tercatat sebesar Rp436,8 miliar, tumbuh 21,8% secara tahunan. Capaian ini menunjukkan pendekatan keberlanjutan mulai masuk ke strategi investasi, bukan hanya aktivitas tambahan.

Sepanjang 2024, BCA Syariah juga mengalokasikan dana Rp930 juta untuk kegiatan sosial dan lingkungan, dengan Rp123,1 juta di antaranya ditujukan khusus untuk program lingkungan. Di sisi operasional, bank mulai mengukur jejak lingkungannya, dengan konsumsi listrik tercatat 1,61 juta kWh dan penggunaan air 4.192 meter kubik. Total emisi operasional mencapai 1.391,2 ton CO2 ekuivalen, yang didominasi emisi tidak langsung dari penggunaan energi.

Perkembangan ini menempatkan BCA Syariah pada fase transisi. Di satu sisi, pembiayaan UMKM masih menjadi basis utama. Namun di sisi lain, pertumbuhan pembiayaan hijau yang lebih agresif menunjukkan upaya menangkap peluang baru di sektor keberlanjutan. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu energi dan lingkungan, arah tersebut menjadi bagian dari strategi adaptasi, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap peran bank syariah dalam mendorong inklusi keuangan bagi pelaku UMKM.