Seorang pejabat senior Amerika Serikat menegaskan bahwa kekalahan Presiden Donald Trump terkait kebijakan tarif di Mahkamah Agung (MA) tidak akan membatalkan kesepakatan dagang yang telah dinegosiasikan dengan negara-negara mitra. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya pemerintah mempertahankan pendekatan perdagangan yang agresif.
Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer mengatakan pada Minggu (22/2) bahwa kesepakatan dengan mitra seperti China, Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan tetap berlaku. Greer juga berupaya memisahkan kesepakatan-kesepakatan tersebut dari rencana tarif global 15% yang baru diumumkan Trump pada Sabtu.
“Kami ingin mereka memahami bahwa ini adalah kesepakatan yang menguntungkan,” kata Greer dalam program Face the Nation di CBS. “Kami akan mempertahankannya, dan kami berharap mitra kami melakukan hal yang sama.”
Namun, ketidakpastian kebijakan mulai memicu gesekan di sejumlah wilayah. Ketua perdagangan Parlemen Eropa menyatakan akan mengusulkan pembekuan ratifikasi kesepakatan dagang dengan AS sampai pemerintahan Trump memberikan klarifikasi kebijakan yang jelas.
Di New Delhi, para pejabat India juga menunda pembicaraan di AS pada pekan ini terkait finalisasi kesepakatan dagang interim, dengan alasan serupa mengenai perlunya kejelasan kebijakan.

