PayPal dilaporkan memperluas akses stablecoin miliknya, PYUSD, ke sekitar 70 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Ekspansi ini menjadi langkah besar dari cakupan sebelumnya yang disebut masih terbatas di Amerika Serikat dan Inggris.
Perluasan tersebut dinilai sebagai upaya PayPal memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, terutama untuk penggunaan stablecoin dalam transaksi lintas negara.
Dengan pembaruan ini, pengguna di puluhan negara kini dapat mengirim, menerima, dan menyimpan PYUSD langsung melalui platform PayPal. Selain fungsi transaksi, PYUSD juga disebut memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dari kepemilikan stablecoin, dengan pengguna di Amerika Serikat dilaporkan mendapatkan sekitar 4% per tahun.
Fitur tersebut menempatkan PYUSD tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai instrumen penyimpanan nilai berbasis dolar digital.
PayPal juga menyoroti efisiensi pembayaran lintas negara sebagai salah satu manfaat utama dari perluasan ini. Disebutkan bahwa penggunaan PYUSD dapat mempercepat proses settlement dan menekan biaya transaksi internasional yang selama ini relatif tinggi.
Melalui PYUSD, pengguna dapat menyimpan dana dalam bentuk dolar digital tanpa perlu mengonversinya ke mata uang lokal, serta melakukan transfer internasional dengan lebih cepat. Sebagai contoh, PYUSD dilaporkan sudah dapat digunakan untuk pengiriman dana dari Amerika Serikat ke negara seperti Peru, sekaligus mendukung kebutuhan pembayaran bisnis dan transfer internal.
Tim Research Tokocrypto menilai perluasan ini mendorong adopsi karena berfokus pada distribusi dan use case stablecoin ke pasar global, bukan perubahan aturan. Ia juga menilai jika PayPal berhasil membentuk kebiasaan penyimpanan dan transfer dolar digital di negara berkembang, PYUSD berpotensi menjadi pesaing kuat bagi pemain remitansi tradisional yang masih mengandalkan biaya tinggi.
Dari sisi pertumbuhan, PYUSD dilaporkan menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada 2023. Kapitalisasi pasarnya kini disebut mencapai sekitar US$4,1 miliar, meningkat lebih dari lima kali lipat dari awal peluncuran, dan menempatkannya di peringkat ketujuh stablecoin terbesar secara global.
Ekspansi PayPal ini mempertegas tren bahwa stablecoin kian menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan digital. Seiring adopsi yang meluas, stablecoin disebut tidak lagi terbatas untuk aktivitas trading kripto, tetapi juga digunakan dalam pembayaran, remitansi, dan aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama di negara berkembang.
Dengan perluasan akses PYUSD ke puluhan negara, persaingan di pasar stablecoin diperkirakan semakin ketat, sekaligus mendorong penggunaan dolar digital secara lebih luas di tingkat global.