BERITA TERKINI
Pakar UI: Penutupan Selat Hormuz oleh Iran Jadi Langkah Defensif Ekstrem dan Ancaman bagi Ekonomi Global

Pakar UI: Penutupan Selat Hormuz oleh Iran Jadi Langkah Defensif Ekstrem dan Ancaman bagi Ekonomi Global

Jakarta—Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menutup Selat Hormuz di tengah gempuran militer Amerika Serikat dan Israel. Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Yon Mahmudi Ismail, menilai langkah tersebut sebagai tindakan defensif paling ekstrem yang ditempuh Teheran.

Menurut Yon, penutupan Selat Hormuz merupakan upaya Iran untuk menekan komunitas internasional agar segera bertindak meredakan agresi aliansi Barat. Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk “penyanderaan” terhadap ekonomi dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial perdagangan energi global.

Selat Hormuz disebut sebagai urat nadi perdagangan energi karena hampir 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia melintasi jalur sempit tersebut setiap hari. Yon menilai, penutupan jalur ini berpotensi mengguncang stabilitas pasar energi dan memicu krisis global besar.

Yon mengatakan, langkah Iran tersebut merupakan “senjata terakhir” yang dimiliki Teheran untuk menekan opini publik internasional, yang kemudian diharapkan dapat mendorong negara-negara terlibat perang, terutama Amerika Serikat dan Israel.

Secara teknis, kata Yon, penutupan dilakukan melalui ancaman serangan langsung terhadap kapal-kapal tanker yang mencoba melintas. Ia mengibaratkan situasi ini sebagai aksi penyanderaan ekonomi berskala besar, karena ratusan kapal kargo dan tanker berada dalam posisi terancam bila memaksakan diri melewati wilayah yang disebutnya sebagai kedaulatan Iran.

Yon menambahkan, dampak penutupan Selat Hormuz tidak hanya dirasakan Amerika Serikat, melainkan berpotensi menimpa seluruh sistem ekonomi dunia. Ia memprediksi perdagangan internasional dapat terhenti apabila serangan Amerika Serikat berlanjut dalam durasi yang lama.