BERITA TERKINI
Omzet Pedagang Thrifting di Pasar Panorama Bengkulu Menurun, Pasokan Barang Kian Sulit

Omzet Pedagang Thrifting di Pasar Panorama Bengkulu Menurun, Pasokan Barang Kian Sulit

BENGKULU — Sejumlah pedagang pakaian bekas atau thrifting di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengaku mulai resah setelah omzet penjualan mereka turun signifikan. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh pernyataan Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan akan mengilegalkan usaha pakaian bekas impor di Indonesia.

Salah satu pedagang thrifting di Pasar Panorama, Iche (27), mengatakan pernyataan tersebut membuatnya kesulitan mendapatkan pasokan barang yang dinilai berkualitas. Dampaknya, minat konsumen yang selama ini menjadi pelanggan setia ikut menurun.

Iche menuturkan, sebelumnya ia rutin membuka bal pakaian baru pada akhir pekan. Namun belakangan hal itu semakin jarang dilakukan karena ketersediaan barang dan penjualan yang tidak seramai dulu. “Kalau dulu ramai tiap Sabtu Minggu, kalau sekarang susah gitu. Penjualan kami ini yang merosot banget sepi, tiap ada orang tanya barang baru, barangnya belum ada,” ujarnya.

Pedagang lain, Yenda, menyebut kenaikan harga menjadi langkah terakhir untuk menekan potensi kerugian, terutama untuk barang bermerek yang semakin sulit didapat. Di tengah pendapatan yang menurun, ia juga mencoba alternatif penjualan melalui siaran langsung di media sosial Instagram.

“Untuk mengurangi resiko kerugian kami biasanya cari alternatif lain kayak jualan live di sosmed Instagram gitu, tapi kalau brand gitu kami naikin sedikit harganya soalnya susah dapatnya,” ungkap Yenda.

Meski tren thrifting disebut mulai meredup dan menghadapi berbagai regulasi, sebagian masyarakat masih tetap berburu pakaian bekas karena mempertimbangkan keunikan serta kualitas bahan. Para pedagang berharap ada solusi yang bisa menjadi jalan tengah agar mereka tetap dapat bertahan di tengah ketatnya aturan perdagangan.