Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit pada kuartal I 2026 bergerak dalam tren positif. Proyeksi tersebut didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriyah yang dinilai berpotensi menguatkan aktivitas ekonomi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang positif pada 2026, permintaan kredit pada kuartal pertama tahun tersebut memiliki peluang untuk tetap tumbuh.
Menurut Dian, Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadan dan Idulfitri secara historis kerap mendorong peningkatan aktivitas ekonomi. Peningkatan itu terutama terjadi pada konsumsi rumah tangga serta sektor-sektor produktif pendukung, seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, dan industri makanan serta minuman.
Dengan aktivitas ekonomi yang cenderung menguat pada periode tersebut, OJK memperkirakan permintaan kredit akan meningkat, baik pada segmen konsumsi maupun kredit modal kerja.
Selain faktor musiman, Dian menyebut sejumlah faktor lain yang turut mendukung proyeksi pertumbuhan kredit pada awal 2026. Di antaranya adalah transmisi kebijakan moneter yang dinilai semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, serta percepatan belanja pemerintah dan investasi swasta yang diharapkan menjadi katalis pertumbuhan kredit.

