Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pasar modal domestik tumbuh positif sepanjang Februari 2026. Perkembangan ini terlihat dari pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah sempat jatuh dalam pada akhir Januari.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, IHSG pada akhir Februari 2026 ditutup menguat di level 8.235,49. Meski demikian, IHSG masih melemah 1,13% secara bulanan (month to month/MtM) dan terkoreksi 4,76% secara tahun berjalan (year to date/YtD).
Hasan menyebut tekanan di pasar saham domestik pada Februari terpantau mereda. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham sepanjang Februari 2026 tercatat sekitar Rp 25,6 triliun. Menurut OJK, angka ini membuat RNTH konsisten berada di atas Rp 20 triliun sejak Agustus 2025.
Di tengah kondisi tersebut, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 0,36 triliun atau Rp 360 miliar sepanjang Februari 2026. Nilai ini berbalik arah dibandingkan Januari 2026, ketika investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) hingga Rp 9,88 triliun yang dikaitkan dengan dampak pengumuman MSCI.
Sementara itu, di pasar obligasi, indeks pasar obligasi (ICBI) ditutup menguat pada level 442,12. Secara umum, indeks tersebut terapresiasi 0,45% secara MtM dan 0,29% secara YtD.
OJK juga melaporkan industri pengelolaan investasi melanjutkan kinerja positif pada Februari 2026. Nilai Asset Under Management (AUM) tercatat mencapai Rp 1.115,71 triliun per 26 Februari 2026, meningkat 1,11% secara month-to-date dan 7% secara year-to-date.
Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 726,26 triliun. Angka ini tumbuh 3,55% secara month-to-date, didukung oleh net subscription selama Februari yang tercatat sebesar Rp 16,09 triliun.

