Bursa Asia-Pasifik kompak menguat pada perdagangan Kamis (26/2/2026), dipimpin reli pasar saham Jepang yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sentimen positif turut ditopang penguatan saham teknologi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya serta euforia pasar terhadap kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah Jepang.
Indeks Nikkei 225 naik 1,1% ke level 59.199,31 dan menorehkan rekor baru untuk tiga hari beruntun. Indeks TOPIX yang lebih luas juga menguat 1,45% dan menyentuh puncak baru.
Reli saham Jepang ditopang fenomena yang dikenal sebagai “Takaichi trade”, yakni optimisme investor terhadap agenda ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dinilai melanjutkan semangat Abenomics. Pasar juga merespons penunjukan dua akademisi sebagai anggota dewan bank sentral Jepang, yakni Ayano Sato dari Aoyama Gakuin University dan Toichiro Asada dari Chuo University. Keduanya dikenal berpandangan dovish, sejalan dengan pendekatan moneter longgar yang mendukung stimulus pertumbuhan.
Penunjukan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang tetap akomodatif dan belanja fiskal yang lebih agresif. Kondisi ini dinilai berpotensi menopang saham sekaligus memberi tekanan pada yen.
Penguatan juga terjadi di Korea Selatan. Indeks KOSPI naik 1,65% dan Kosdaq menguat 0,57%. Bank of Korea memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5%, sesuai ekspektasi pasar.
Di sektor saham, produsen chip mengikuti reli teknologi global. Samsung Electronics menguat 1,97% dan SK Hynix naik 2,26%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,8% dan sempat menyentuh rekor tertinggi pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index diperdagangkan di level 26.947, lebih tinggi dibanding posisi penutupan sebelumnya di 26.765,72.
Sentimen positif di Asia mengikuti reli Wall Street semalam. Indeks S&P 500 naik 0,81% ke 6.946,13, Nasdaq Composite melesat 1,26% ke 23.152,08, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,63% ke 49.482,15.
Penguatan di Amerika Serikat dipimpin saham teknologi, terutama Nvidia, setelah perusahaan membukukan kinerja kuartal IV fiskal melampaui ekspektasi analis. Pada segmen data center, pendapatan Nvidia melonjak 75% secara tahunan. Perusahaan melaporkan laba per saham (EPS) disesuaikan sebesar US$1,62, di atas estimasi US$1,53, dengan pendapatan US$68,13 miliar, melampaui proyeksi US$66,21 miliar.
Kinerja tersebut mempertegas dominasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong reli global, sekaligus menjadi katalis tambahan bagi penguatan pasar Asia pada perdagangan hari ini.

