BERITA TERKINI
Nasabah di DIY Kesulitan Mencairkan Tabungan Berjangka di KSP Mekarsari, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Nasabah di DIY Kesulitan Mencairkan Tabungan Berjangka di KSP Mekarsari, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Belasan nasabah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku resah dan bingung setelah tabungan berjangka mereka di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mekarsari, yang berpusat di Jakarta melalui program bernama Dana Sejahtera, tidak dapat dicairkan. Para nasabah menyebut bunga simpanan berhenti dibayarkan dan bilyet atau bukti kepemilikan deposito yang telah jatuh tempo juga tidak bisa ditarik.

Sejumlah upaya komunikasi telah dilakukan kepada pihak koperasi, namun para nasabah mengaku tidak memperoleh kepastian. Menurut mereka, pihak koperasi hanya menyampaikan sedang mengalami kesulitan keuangan.

Salah satu nasabah, Winnie Astuti (70), warga Baciro Baru, Kota Yogyakarta, mengatakan total dana yang ia simpan mencapai Rp 2,6 miliar. Penyetoran dilakukan bertahap, antara lain Rp 250 juta, Rp 500 juta, hingga Rp 1 miliar. Ia menuturkan penyetoran dilakukan melalui seorang sales berinisial “S” yang telah ia kenal dari pekerjaan di berbagai perusahaan.

Winnie menyebut sejak bergabung pada 2022, pembayaran bunga sempat berjalan lancar dengan nilai sekitar Rp 18 juta per bulan. Ia juga mengatakan pencairan bilyet yang jatuh tempo sebelumnya tidak mengalami kendala. Namun, kondisi berubah mulai September 2025 ketika bunga simpanan tidak lagi cair. Selain itu, dana pokok yang jatuh tempo pada Januari 2026 sebesar Rp 500 juta juga belum bisa dicairkan.

“Saya telah minta berkali-kali pada pihak koperasi namun tidak cair juga dengan alasan tidak ada uang,” kata Winnie saat ditemui di rumahnya pada Jumat (23/1/2026) sore. Ia menyatakan dana tersebut merupakan simpanan yang dipersiapkan untuk investasi hari tua dan berharap uangnya dapat kembali. Winnie juga menunjukkan bukti-bukti setoran yang dimilikinya.

Winnie menyebut ada belasan orang lain yang mengalami persoalan serupa. Di antaranya Mbok Ginem (64), asisten rumah tangga Winnie yang berasal dari Seloharjo, Pundong, Bantul. Mbok Ginem mengatakan tabungannya yang dikumpulkan selama puluhan tahun turut disetorkan ke KSP Mekarsari melalui sales “S” dengan total Rp 80 juta.

“Uang saya itu hasil kerja sama ibu. Saya kerja kan kalau makan dan lain lain dicukupi ibu, jadi gaji ditransfer ke tabungan saya. Sekarang uangnya kemana tidak tahu,” kata Mbok Ginem.

Menghadapi situasi tersebut, Winnie menunjuk pengacara dan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Ia menyebut pemeriksaan pertama telah dilakukan pada 7 Januari 2026. Nasabah lain, Euis dari Godean, Sleman, juga mengaku menyetor Rp 285 juta dan berharap dana mereka dapat kembali.

Para korban berharap Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera turun tangan untuk melindungi anggota koperasi dan memastikan pengelolaan dana masyarakat berjalan sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, sales berinisial “S” saat dihubungi mengatakan KSP Mekarsari saat ini belum dapat membayarkan uang nasabah di 17 cabang di Indonesia. Ia mengaku tidak mengetahui pasti total jumlah nasabah di DIY, namun menyebut kisaran setoran mencapai Rp 53 miliar. Menurutnya, dana yang masuk melalui dirinya mencapai Rp 14 miliar dari 20 nasabah, sedangkan sisanya melalui sales lain karena di DIY terdapat empat sales. Ia juga menyebut kantor mereka di DIY berada di wilayah Umbulharjo.