PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama GoPay dan Tahilalats memperkenalkan Allride, inovasi sistem pembayaran digital terintegrasi yang dihadirkan dalam ekosistem transportasi publik dan gaya hidup. Peluncuran Allride digelar di MRT Merch Market (MMM), Stasiun Blok M BCA, Selasa (11/11).
Allride dirancang sebagai cara baru untuk melakukan tap-in dan tap-out di MRT Jakarta. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga hadir dalam bentuk charm dan merchandise kolaborasi yang dapat dikoleksi. Selain itu, tersedia Allride Wallet by GoPay yang memungkinkan pengguna melakukan top up secara praktis melalui aplikasi.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan kolaborasi ini mempertemukan tiga industri berbeda, yakni transportasi publik, teknologi, dan kreativitas. Menurutnya, kombinasi tersebut diharapkan memberi pengalaman yang lebih menarik bagi masyarakat.
“Inisiatif ini turut mendukung visi menjadikan Jakarta sebagai global city dengan layanan mobilitas yang lebih mudah, cepat, dan nyaman,” ujar Farchad.
Ia menjelaskan, konsep Allride telah disiapkan sejak tiga tahun lalu melalui reformasi sistem ticketing serta pengembangan lini bisnis merchandise MRT Jakarta. Menurutnya, penggabungan produk ticketing, industri kreatif, dan sistem pembayaran dalam satu inovasi membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam bisnis ticketing MRT.
Farchad menambahkan, Allride menjadi penyempurnaan dari layanan sebelumnya karena pengguna dapat melakukan top up tanpa harus datang ke loket dan cukup melalui ponsel. Ia juga menyebut, apabila charm hilang, saldo dapat diblokir melalui aplikasi. Selain itu, pembeli Allride disebut berpeluang memperoleh keuntungan seperti promo cashback dan diskon dari GoPay.
Dari sisi teknologi, Head of GoPay Wallet, Kelvin Timotius, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menggabungkan merchandise, sistem pembayaran digital, dan layanan transportasi publik. Ia mengatakan tantangan utama integrasi terletak pada upaya menyatukan sistem gate MRT yang bersifat offline dengan sistem pembayaran online yang harus tetap aktif tanpa mengganggu operasional.
“Jadi, ada koneksi antara offline ke online. Integrasi ini merupakan kerja kolaboratif intensif selama 6–12 bulan agar tetap aman dan nyaman digunakan oleh penumpang,” kata Kelvin.
Sementara itu, Creator Tahilalats, Nurfadli Mursyid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dalam proyek tersebut. Ia menilai kolaborasi ini memungkinkan karya Tahilalats yang sebelumnya hadir di ranah digital untuk dinikmati masyarakat secara langsung.

