Paus Leo XIV memimpin misa Natal pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Perayaan pada Rabu malam (24/12/2025) itu menjadi momen penting bagi Paus asal Amerika Serikat, yang terpilih pada Mei 2025 dan untuk pertama kalinya menyampaikan pesan Natal dari takhta kepausan.
Dalam homilinya, Paus menekankan Natal sebagai perayaan “iman, kasih, dan harapan.” Ia mengingatkan agar martabat manusia tidak dikorbankan oleh sistem ekonomi yang dinilainya terdistorsi dan tidak adil.
“Ekonomi yang terdistorsi membuat kita memperlakukan manusia sebagai barang dagangan semata, Tuhan menjadi seperti kita, menunjukkan martabat tak terbatas setiap orang,” kata Paus Leo XIV. Ia menambahkan, “Di mana ada ruang bagi manusia, di situ ada ruang bagi Tuhan,” serta menyampaikan pernyataan, “Bahkan kandang pun dapat menjadi lebih suci daripada kuil.”
Ribuan umat Katolik dilaporkan menghadiri misa Natal di Basilika Santo Petrus dan Lapangan Santo Petrus. Sejumlah layar besar disediakan bagi umat yang tidak dapat masuk ke dalam basilika. Sebelum misa dimulai, Paus Leo XIV menyapa umat dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka.
Di awal masa kepemimpinannya, Paus Leo XIV menjadikan perhatian terhadap migran dan kelompok miskin sebagai salah satu tema utama. Ia menyatakan kelahiran Yesus mencerminkan kehadiran Tuhan dalam setiap diri manusia. “Di bumi, tidak ada ruang bagi Tuhan jika tidak ada ruang bagi sesama manusia. Menolak yang satu berarti menolak yang lain,” ujarnya dalam misa khidmat yang dihadiri sekitar 6.000 orang di dalam basilika.
Dalam homili tersebut, Paus Leo XIV juga mengenang Paus Fransiskus yang wafat pada April 2025. Ia mengingat kembali bagaimana pendahulunya membuka Tahun Suci pada Natal 2024 meski kesehatan menurun, serta menilai pesan harapan yang disampaikan Paus Fransiskus tetap relevan di tengah tantangan global saat ini. Misa itu turut dihadiri tokoh-tokoh tinggi Gereja Katolik dan para diplomat, dengan rangkaian upacara yang memadukan musik tradisional dan simbol liturgis, termasuk penempatan patung bayi Yesus di palungan.
Selain menyinggung isu sosial dan ekonomi, Paus Leo XIV menyerukan perdamaian global di tengah konflik yang masih berlangsung di berbagai wilayah. Sehari sebelumnya, Selasa (23/12), ia mengeluarkan seruan gencatan senjata selama 24 jam di seluruh dunia. Paus menyampaikan kesedihan mendalam atas penolakan Rusia terhadap usulan gencatan senjata di Ukraina, serta menyatakan harapan akan kemajuan dalam upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.
Pada Hari Natal, Paus Leo XIV dijadwalkan memimpin misa tambahan dan menyampaikan berkat Urbi et Orbi dari balkon Basilika Santo Petrus, yang biasanya memuat sorotan atas konflik global dan seruan perdamaian dunia. Perayaan Natal 2025 juga menandai berakhirnya Tahun Suci Gereja Katolik, yang selama setahun terakhir menarik jutaan peziarah ke Roma.

