PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengajukan pencatatan saham di Hong Kong Stock Exchange (HKEX) sebagai bagian dari langkah memperluas basis investor dan membuka akses ke pendanaan global. Perseroan sebelumnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut laporan Reuters pada Selasa (24/3/2026), langkah ini ditujukan untuk meningkatkan visibilitas Merdeka di kalangan investor institusi global, seiring ambisi perusahaan memperbesar kapasitas produksi dari aset andalannya.
Dalam dokumen pengajuan yang disampaikan pada 20 Maret 2026, Merdeka menyebut dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong akan difokuskan untuk mendukung ekspansi proyek Pani Gold Mine di Gorontalo.
Proyek Pani disebut sebagai tambang emas primer terbesar di Indonesia dari sisi sumber daya dan cadangan, dengan estimasi sekitar 7 juta ons sumber daya emas serta 5,2 juta ons cadangan bijih. Perseroan menempatkan proyek ini sebagai penopang pertumbuhan jangka panjang.
Untuk mendukung proses pencatatan, Merdeka menunjuk UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor bersama. Dari sisi operasional, perusahaan juga melaporkan telah melakukan pencetakan emas pertama (first gold pour) di tambang Pani pada 14 Februari 2026, lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.