Pasar saham Vietnam dinilai perlu mempercepat restrukturisasi menyeluruh agar potensi masuknya modal asing setelah peningkatan peringkat benar-benar dapat menjadi pendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pembenahan tersebut mencakup struktur investor, kualitas produk yang tercatat, infrastruktur operasional, hingga standar transparansi, sehingga pasar mampu menyerap dan mempertahankan arus dana internasional di tengah lingkungan keuangan global yang kian kompetitif dan bergejolak.
Tahun 2026 menjadi momen penting karena menandai 30 tahun pembentukan dan pengembangan pasar saham Vietnam, sekaligus fase krusial dalam proses peningkatan status pasar. Direktur Jenderal ACB Securities Company (ACBS) Nguyen Duc Hoan menilai peluang pasar saham Vietnam memperoleh peningkatan peringkat dalam tinjauan FTSE Russell sangat tinggi.
Peningkatan status dari pasar perbatasan menjadi pasar berkembang diperkirakan mengubah posisi Vietnam di peta investasi internasional. Dengan status baru tersebut, Vietnam berpeluang masuk dalam portofolio banyak dana investasi global, terutama dana indeks pasar berkembang.
Dalam skenario dasar laporan strategis ACBS, VN-Index pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 2.040 poin. Proyeksi itu mencerminkan ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan, lingkungan suku bunga yang dinilai mendukung, serta dampak positif dari peningkatan peringkat. Para ahli juga menilai arus modal kerap mulai bergerak sebelum peningkatan resmi terjadi, ketika dana investasi aktif meningkatkan kepemilikan pada pasar yang diperkirakan akan naik peringkat.
Direktur Jenderal Vietcombank Securities Investment Fund Management Company Limited (VCBF) Nguyen Thi Hang Nga, CFA, menjelaskan aliran modal asing dapat bergerak dalam tiga fase utama. Fase pra-pengumuman biasanya ditandai kenaikan arus modal aktif karena investor bertransaksi berdasarkan ekspektasi. Ia menyebut pasar pernah menyaksikan fenomena serupa ketika saham sekuritas melonjak pada 2025, yang mencerminkan arus modal yang mengantisipasi peningkatan peringkat.
Fase berikutnya berlangsung sejak pengumuman peningkatan hingga tanggal efektif resmi. Pada periode ini, arus modal aktif dinilai tetap meningkat seiring dana internasional mencari peluang pada perusahaan dengan potensi pertumbuhan kuat. Setelah peningkatan resmi diterapkan, arus modal pasif dari ETF yang melacak indeks FTSE Emerging Markets diperkirakan dapat masuk sekitar US$0,5–1 miliar.
ACBS memperkirakan total aliran modal terkait peningkatan peringkat dalam jangka menengah dapat mencapai US$3–5 miliar. Dana tersebut diperkirakan dicairkan bertahap, bukan terkonsentrasi pada satu waktu, dengan porsi besar kemungkinan terjadi pada akhir 2026 atau awal 2027 saat Vietnam resmi menjadi bagian alokasi portofolio banyak dana investasi global.
Meski demikian, besarnya arus dana dinilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Para ahli menekankan kemampuan pasar untuk menyerap dan mempertahankan modal internasional menjadi faktor yang lebih menentukan.
Menurut Nguyen Thi Hang Nga, pasar saham Vietnam saat ini masih didominasi investor individu domestik. Karakter arus dana ini kerap berjangka pendek, sensitif terhadap sentimen pasar, dan menggunakan leverage keuangan, sehingga berpotensi memicu fluktuasi yang kuat.
Di sisi lain, investor asing saat ini disebut hanya menyumbang sekitar 9–10% dari nilai transaksi pasar. Walau aliran modal domestik berperan dominan dalam beberapa tahun terakhir, prospek peningkatan peringkat kredit seiring perubahan suku bunga global dinilai dapat mendorong kembalinya modal asing lebih kuat.
Untuk investor institusional domestik, arus dana disebut masih terutama berasal dari aktivitas perdagangan internal perusahaan sekuritas dan ETF domestik. Dana ekuitas terbuka domestik diproyeksikan mencapai sekitar US$1,5 miliar pada akhir 2025, meskipun ukuran ini telah meningkat sekitar tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Nguyen Thi Hang Nga menilai bila tren perkembangan industri manajemen dana berlanjut, arus modal melalui dana investasi dapat membantu saham diperdagangkan lebih dekat dengan nilai bisnis yang sebenarnya, sekaligus meningkatkan stabilitas pasar. Ia juga menekankan investor institusional internasional umumnya menetapkan persyaratan tinggi, antara lain terkait tata kelola perusahaan, transparansi informasi, ukuran kapitalisasi pasar, rasio saham beredar bebas, batasan kepemilikan asing, serta standar ESG internasional. Karena itu, menarik arus modal internasional dinilai tidak cukup hanya dengan membuka akses, tetapi juga menuntut peningkatan menyeluruh pada standar operasional.
Salah satu syarat utama untuk memperkuat daya tarik bagi modal asing adalah meningkatkan kualitas perusahaan yang tercatat di bursa. Dorongan IPO dan pencatatan perusahaan besar, disertai percepatan privatisasi serta pengurangan kepemilikan saham negara di perusahaan tercatat, dinilai dapat memperbesar ukuran dan memperdalam pasar.
Selain kualitas emiten, peningkatan infrastruktur perdagangan dan prosedur investasi juga dipandang krusial. Penerbitan Surat Edaran 08/2026/TT-BTC, yang memungkinkan investor asing melakukan pemesanan melalui broker asing tanpa perlu membuka rekening di perusahaan sekuritas domestik, disebut sebagai langkah maju untuk mengurangi hambatan teknis.
Dalam jangka panjang, industri pengelolaan dana dipandang sebagai pilar pembentuk arus modal investasi jangka panjang, terutama karena rasio kredit terhadap PDB Vietnam saat ini mendekati 150%. Pengembangan dana investasi jangka panjang domestik, seperti dana pensiun, dana terbuka, dan ETF, diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih stabil bagi pasar.
Secara praktik, dana investasi profesional juga dinilai berperan dalam meningkatkan kualitas arus modal. Ketika arus dana dipandu lembaga investasi profesional dengan strategi jangka panjang, pasar dinilai memiliki kondisi lebih baik untuk beroperasi stabil dan valuasi saham lebih mendekati nilai bisnis yang sebenarnya.
Dengan proses peningkatan peringkat yang kian dekat, peluang pasar saham Vietnam untuk menarik modal internasional dinilai semakin jelas. Namun, para ahli menilai restrukturisasi pasar—mulai dari peningkatan kualitas sekuritas, penguatan peran investor institusional, hingga penyempurnaan infrastruktur operasional—akan menjadi penentu apakah ekspektasi arus investasi bernilai miliaran dolar AS dapat benar-benar berubah menjadi kekuatan pendorong berkelanjutan bagi perkembangan pasar modal Vietnam pada fase berikutnya.