BERITA TERKINI
Menekraf: Perkembangan Teknologi Dapat Membantu Pelaku Ekraf Menentukan Tren Pasar

Menekraf: Perkembangan Teknologi Dapat Membantu Pelaku Ekraf Menentukan Tren Pasar

Jakarta — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk membantu menentukan tren agar mampu bersaing di pasar dan menarik minat konsumen.

Hal itu disampaikan Riefky saat menjadi pembicara dalam “Podcast bersama ANTARA” di Jakarta, Senin. Ia menilai pilihan produk ekraf juga perlu mempertimbangkan perkembangan selera, termasuk dari generasi muda, serta jenis produk yang sedang tumbuh pesat.

Menurut Riefky, produk ekonomi kreatif tidak cukup dinilai dari hasil kreativitas semata. Pelaku ekraf juga perlu menyesuaikan karya dengan tren yang berkembang, sekaligus memperhatikan produk yang bersaing di mancanegara. Dengan begitu, pelaku dapat menentukan kualitas maupun harga agar produk buatan anak Indonesia diterima di pasar domestik dan mampu bersaing secara global.

Riefky menyoroti teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), sebagai salah satu perkembangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang produk ekraf Indonesia, terutama dalam peningkatan kualitas, dengan pendampingan dalam pemanfaatannya.

Ia mengakui munculnya AI memunculkan beragam pandangan. Sebagian menilai teknologi tersebut berpotensi mematikan industri kreatif yang selama ini berjalan, sementara yang lain berharap ada pendampingan untuk mempelajari cara berkolaborasi dengan teknologi baru. Riefky mengatakan pemerintah siap mendampingi, dengan melihat tantangan dan peluang AI secara kasus per kasus.

Meski demikian, ia menekankan pemanfaatan teknologi tetap harus menjaga unsur keaslian dari kreator serta memastikan penggunaannya tidak merugikan kreator konvensional lainnya.

Riefky juga menyampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendukung regulasi etika penggunaan AI yang tengah disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital. Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku ekraf untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, ia menilai literasi terkait pemanfaatan AI perlu terus diperkuat, termasuk untuk melihat nilai tambah yang dapat dihasilkan, baik dari sisi peningkatan penghasilan maupun percepatan proses berkarya.

Riefky menambahkan, penguatan sumber daya manusia juga diperlukan agar pelaku ekraf mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Upaya itu dapat diwujudkan melalui kerja sama antara akademisi, asosiasi, dan pemerintah untuk menghasilkan nilai tambah.