BERITA TERKINI
Maybank: Potensi Blokade Selat Hormuz Bisa Tekan Fiskal dan Ekonomi Indonesia

Maybank: Potensi Blokade Selat Hormuz Bisa Tekan Fiskal dan Ekonomi Indonesia

Maybank Indonesia Economic Research & Industry Analyst merilis analisis terbaru mengenai potensi dampak blokade Selat Hormuz terhadap perekonomian Indonesia. Risiko ini muncul di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang dinilai dapat mengganggu arus perdagangan energi global.

Dalam kajiannya, Maybank menilai Selat Hormuz merupakan jalur strategis karena dilalui sekitar 26% perdagangan minyak mentah dunia dan 20% perdagangan LNG global. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi.

Maybank menyoroti posisi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak. Dengan alokasi subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun pada 2026, Indonesia dinilai berpotensi menghadapi tekanan fiskal dan makroekonomi yang signifikan apabila terjadi kenaikan harga energi.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyatakan bahwa dalam asumsi pertumbuhan global stagnan di kisaran 3,3% dan prospek pertumbuhan ekonomi China sebesar 4,8%—sebagai importir bersih minyak terbesar dunia—pemerintah Indonesia akan dihadapkan pada pilihan kebijakan yang tidak mudah.

Menurutnya, pemerintah menghadapi trade-off klasik antara menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi atau mematuhi batas defisit fiskal 3% sesuai amanat undang-undang.