Mastercard mengumumkan kolaborasi strategis dengan CLIK Indonesia, biro kredit swasta, untuk menghadirkan layanan konsultasi bagi penerbit kartu dan lembaga keuangan di Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat pemanfaatan kecerdasan berbasis data dalam pengambilan keputusan kredit, sekaligus menjaga kesehatan portofolio pembiayaan.
Kolaborasi tersebut disebut menjawab kebutuhan pasar akan analisis data yang lebih optimal, di tengah pertumbuhan permintaan kredit dan percepatan adopsi digital di sektor keuangan. Transformasi ini juga dipengaruhi ekspansi usaha kecil, dengan Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mempekerjakan 119 juta orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, UMKM menyumbang lebih dari 61 persen produk domestik bruto Indonesia. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi salah satu kendala utama bagi pertumbuhan segmen ini.
Laporan IMF Pasal IV tahun 2026 mencatat UMKM di Indonesia menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi serta prosedur aplikasi pinjaman yang lebih kompleks dibanding negara dengan kondisi ekonomi serupa. Dalam situasi pertumbuhan yang tinggi, lembaga keuangan menghadapi tantangan untuk memperluas akses kredit sambil tetap mengendalikan risiko, yang menuntut indikator dan model penilaian yang lebih kuat.
Dalam kerja sama ini, CLIK menawarkan riwayat kredit yang lebih luas, skoring prediktif, serta informasi pembayaran yang lebih mendalam dibanding data yang tersedia dari OJK sebagai sumber data utama di Indonesia. Dengan tambahan informasi tersebut, penasihat global Mastercard akan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan keputusan penilaian kredit (underwriting), mendukung pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan, dan memperkuat pemulihan utang.
Mastercard dan CLIK menilai langkah ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem kredit yang lebih matang, berbasis data, dan tangguh, dengan manfaat yang menjangkau lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha kecil dan menengah, hingga individu.
Chief Digital Transformation Officer CLIK Biro Kredit, Lucky Herviana, menyatakan kolaborasi ini memungkinkan penyediaan layanan konsultasi terdepan terkait risiko kredit untuk penerbit kartu dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia. Ia menambahkan, dengan keahlian dalam pengembangan skor kredit dan luasnya data kredit nasional, kerja sama ini ditujukan untuk membantu institusi menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko.
Sementara itu, Executive Vice President, Head of Services, Asia Pacific, Mastercard, Matthew Driver, menekankan bahwa perluasan akses kredit yang bertanggung jawab memerlukan kolaborasi kuat di seluruh ekosistem. Menurutnya, penggabungan keahlian Mastercard dalam pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen risiko dengan wawasan kredit CLIK di Indonesia akan membantu lembaga keuangan membuat keputusan yang lebih cerdas dan tumbuh berkelanjutan.
Mastercard juga menyebut program serupa yang dijalankan di kawasan ini telah membantu lembaga keuangan mencapai tingkat persetujuan kredit hingga 45 persen untuk kartu kredit dan 30 persen untuk pembiayaan pribadi, dengan profitabilitas terealisasi masing-masing sekitar 24 bulan dan 12 bulan.