BERITA TERKINI
Marwan Jafar: Ketidakpastian Ekonomi Perlu Direspons dengan Kebijakan yang Tepat

Marwan Jafar: Ketidakpastian Ekonomi Perlu Direspons dengan Kebijakan yang Tepat

PATI — Anggota MPR RI Marwan Jafar menilai kondisi ekonomi yang kurang baik dan penuh ketidakpastian, baik di tingkat nasional maupun global, membutuhkan penguatan agar perekonomian tidak semakin terpuruk dan stabilitas bangsa tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Marwan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Hotel Safin Pati, Senin (16/3). Ia menyebut empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika—sebagai fondasi penting untuk memperkuat kondisi perekonomian bangsa dalam situasi apa pun.

“Penguatan ekonomi merupakan amanat dari UUD 1945. Dalam hal ini negara harus serius dan tepat dalam mengambil kebijakan,” ujar Marwan, yang mengikuti acara tersebut secara daring.

Ia juga menekankan agar kebijakan pemerintah di tingkat ekonomi makro dapat berdampak positif hingga ke ekonomi mikro. Menurutnya, tantangan ekonomi tidak hanya berasal dari kebijakan dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi dinamika global.

Marwan menyinggung goncangan ekonomi global akibat perang AS-Israle dengan Iran yang, menurutnya, perlu direspons secara serius melalui kebijakan yang memperkuat berbagai sektor di dalam negeri, terutama sektor ekonomi, agar Indonesia tidak terjerembab dalam krisis.

Dalam forum yang dihadiri tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Pati itu, Marwan mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengandalkan bantuan langsung tunai untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ia menilai perlu ada langkah yang menyentuh usaha masyarakat menengah ke bawah, salah satunya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Marwan menyebut UMKM selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Penguatan UMKM, menurutnya, dapat dilakukan melalui peningkatan daya saing sehingga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi.

Selain kebijakan, Marwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan. Ia menilai persatuan dalam bingkai NKRI perlu terus dikedepankan agar ketidakpastian ekonomi dapat dihadapi bersama.

“Panduan kita jelas dalam Pancasila, yakni gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi pemandu agar semua pihak saling membantu dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal,” katanya.

Marwan menyatakan optimistis Indonesia dapat melewati masa sulit saat ini. Ia menilai ketahanan nasional dapat dicapai melalui sinergi kolektif, termasuk kolaborasi antara kelompok ekonomi atas dengan masyarakat menengah ke bawah sebagai wujud prinsip Bineka Tunggal Ika.