JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah berkomitmen menjalankan reformasi menyeluruh di pasar modal Indonesia setelah bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, menurut Luhut, menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali kepercayaan investor global di tengah kekhawatiran terhadap praktik manipulasi di bursa.
Luhut mengatakan urgensi reformasi mengemuka setelah ia mendengar paparan MSCI yang membandingkan pengalaman India. Ia menyebut India pernah menghadapi persoalan serupa terkait praktik investasi yang tidak sehat, namun kemudian melakukan perombakan besar-besaran. Hasilnya, India dinilai mampu menarik aliran modal asing sekitar 60–70 miliar dolar AS.
“Pertanyaannya, kalau India bisa, masa kita tidak bisa? Apa bedanya India dengan kita? Banyak orang pintar di republik ini,” kata Luhut saat memberikan sambutan dalam peluncuran situs resmi Dewan Ekonomi Nasional, Jumat pagi (20/2). Ia menilai reformasi pasar modal penting agar pemerintah terlihat lebih transparan dan kredibel di mata internasional.
Dalam usulannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Luhut juga menekankan pembaruan sumber daya manusia di otoritas pasar modal. Ia mengusulkan agar posisi strategis diisi generasi muda yang memahami keuangan modern dan memiliki integritas. Menurutnya, tenaga muda cenderung lebih idealis dan dinilai lebih sulit dipengaruhi dibanding oknum lama yang berpotensi terpapar praktik koruptif.
Selain perombakan SDM, Luhut mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat pengawasan transaksi. Ia menyebut sistem berbasis AI dapat membantu mendeteksi pergerakan saham yang mencurigakan secara otomatis dan real-time, sehingga ruang gerak spekulan dan pihak yang mempermainkan harga saham dapat dipersempit, termasuk untuk melindungi investor ritel.
Luhut menilai praktik penyimpangan di pasar saham merupakan tantangan global, namun ia menekankan keberhasilan India sebagai contoh bahwa transformasi sistem dapat berdampak besar. Karena itu, ia menyebut Indonesia perlu berani mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum dan memperkuat transparansi data bila ingin bersaing memperebutkan arus investasi global.
DEN, kata Luhut, akan menyampaikan draf usulan reformasi kepada Presiden Prabowo. Ia menargetkan terbentuknya ekosistem pasar modal yang bersih, transparan, dan berstandar internasional agar Indonesia dapat menarik aliran dana yang selama ini mengalir ke negara lain, termasuk India.
Di akhir keterangannya, Luhut menegaskan transparansi sebagai fondasi utama pasar modal yang sehat. Ia menyebut reformasi akan mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi perdagangan, pengawasan broker, hingga perlindungan hak investor minoritas.

