Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya perbedaan mencolok dalam laju pertumbuhan tabungan masyarakat sepanjang 2025. Simpanan kelompok beraset besar meningkat pesat, sementara pertumbuhan tabungan kelompok nominal kecil justru melambat dibandingkan periode sebelumnya.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D Purba, mengatakan simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta tumbuh 3,43% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2024 yang sebesar 5%.
“Yang di bawah 100 juta ini pertumbuhannya year on year itu 3,43 persen. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total, memang dia lebih rendah dibandingkan (di atas Rp5 miliar). Tapi tetap tumbuh,” kata Ferdinan di Jakarta, dikutip Minggu (25/1/2026).
Di sisi lain, tabungan kelompok dengan nominal di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi. LPS melaporkan simpanan di kelompok ini tumbuh 22,76% (yoy) sepanjang 2025, melesat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh 3,99%.
Ferdinan menyebut salah satu faktor yang mendorong lonjakan simpanan kelompok atas adalah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan. Menurutnya, porsi dana tersebut dinilai cukup signifikan sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan simpanan pada kelompok nominal besar.
“Tabungan di atas Rp5 miliar, pertumbuhannya cukup tinggi, sekitar 22,76 persen. Mungkin dipengaruhi penempatan dana SAL pemerintah. Sehingga persentasenya menjadi cukup tinggi,” ujarnya.
Ferdinan juga menyinggung bahwa pertumbuhan simpanan kelompok atas melampaui rata-rata pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara nasional yang berada di level 13,83% (yoy).

