Jakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan tabungan nasabah dengan nilai di atas Rp 5 miliar mengalami lonjakan tajam. Kenaikan ini dinilai sejalan dengan langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, mengatakan tabungan di atas Rp 5 miliar tumbuh 22,76% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“(Tabungan) di atas Rp 5 miliar ini juga tumbuh dan pertumbuhannya cukup tinggi. Itu 22,76% pertumbuhannya. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah itu mungkin persentasenya cukup tinggi jadinya itu,” kata Purba dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, tabungan dengan nilai di bawah Rp 100 juta tercatat tumbuh 3,43% yoy. Namun, Purba menyebut laju pertumbuhan segmen ini melambat dibanding tahun sebelumnya.
“Yang di bawah Rp 100 juta ini pertumbuhannya year-on-year itu 3,43%. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu lebih rendah dibandingkan (tahun sebelumnya), tapi dia tumbuh,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Purba menyampaikan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 13,83% yoy. Menurutnya, pertumbuhan DPK tersebut dikontribusikan oleh peningkatan aktivitas belanja pemerintah dan korporasi.
Adapun kredit perbankan tercatat tumbuh 9,63% yoy hingga Desember 2025.

