JAKARTA — Lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu keterbatasan pasokan komponen penting untuk iPhone generasi mendatang. Kondisi ini muncul meski Apple dikenal memiliki salah satu rantai pasok paling efisien di dunia.
Keunggulan rantai pasok Apple—yang menjadi salah satu pencapaian utama CEO Tim Cook—selama ini terbukti mampu bertahan menghadapi gangguan besar, termasuk pandemi COVID-19 dan dampak tarif perdagangan. Namun, sejumlah komponen yang memenuhi standar kualitas Apple disebut masih sulit diperoleh, terutama karena ketergantungan pada pemasok tunggal.
Laporan Nikkei Asia menyebut satu-satunya pemasok kain kaca berkualitas tinggi yang digunakan dalam papan sirkuit cetak (printed circuit boards/PCB), yakni perusahaan Jepang Nitto Boseki, sedang menghadapi lonjakan permintaan yang tidak lagi dapat ditangani secara berkelanjutan. Perusahaan itu berencana meningkatkan kapasitas produksi, tetapi dampaknya baru diperkirakan terasa pada akhir 2027, sehingga belum ada solusi jangka pendek.
Sejumlah pelaku industri yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut situasi ini sebagai “salah satu hambatan terbesar bagi industri elektronik dan AI pada 2026”.
Para produsen dilaporkan mulai menjajaki alternatif, termasuk mencari pemasok lain atau menggunakan kain kaca dengan kualitas lebih rendah. Namun, opsi tersebut dinilai belum mampu menggantikan standar kualitas yang disediakan Nitto Boseki.
Selama satu dekade terakhir, pengembangan Apple Silicon disebut berjalan relatif tanpa kendala besar, antara lain karena Apple menjadi salah satu pembeli terbesar di sektor itu ketika permintaan dari pihak lain masih terbatas. Situasi kemudian berubah seiring meningkatnya kebutuhan komponen berkualitas tinggi untuk AI.
Permintaan terhadap PCB berkualitas tinggi kini meningkat tajam, membuat Apple harus bersaing lebih ketat dengan perusahaan teknologi lain. Nvidia, Google, dan sejumlah perusahaan besar lainnya disebut memiliki perwakilan di Jepang yang juga berupaya mengamankan pasokan.
Tekanan pasokan turut diperparah oleh meningkatnya biaya produksi dan keterbatasan pasokan di berbagai tahap pembuatan PCB. Salah satu contohnya adalah meningkatnya ketebalan papan sirkuit, yang menyebabkan mata bor lebih cepat aus sehingga perlu lebih sering diganti.
Qualcomm juga dilaporkan menghadapi tekanan serupa akibat tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan. Jika Qualcomm dan Apple gagal memperoleh komponen krusial untuk iPhone, Mac, iPad, dan perangkat lainnya, konsumen berpotensi menghadapi keterbatasan stok produk hingga sepanjang 2026.
Meski begitu, industri disebut tidak hanya menunggu kapasitas baru tersedia. Pengembangan teknik produksi yang lebih baik, munculnya pemasok yang lebih terspesialisasi, serta solusi alternatif diharapkan dapat membantu mendiversifikasi rantai pasok dan meredakan hambatan.
Dampak pasti dari keterbatasan ini terhadap peluncuran produk Apple pada 2026 masih belum jelas. Namun, bila iPhone menjadi lebih sulit diperoleh dari biasanya, salah satu faktor yang disorot adalah keterbatasan pasokan kain kaca untuk PCB.

