PALU — Literasi finansial dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga membentuk pola pikir yang sehat dalam mengambil keputusan keuangan. Hal ini disampaikan praktisi pemberdayaan ekonomi dan transformasi digital, Nurina Maskayanti.
Nurina menilai masih banyak anak muda yang memandang literasi keuangan sebagai sesuatu yang rumit dan membosankan. Padahal, menurutnya, inti literasi keuangan adalah memahami ke mana uang digunakan dan alasan di balik pengeluaran tersebut.
“Padahal inti literasi keuangan itu sederhana, bagaimana kita sadar ke mana uang pergi dan kenapa kita membelanjakannya,” ujar Nurina dalam program Sore Ceria PRO 2 Palu, Selasa (27/1).
Ia juga menyoroti kebiasaan self-reward tanpa batas sebagai salah satu penyebab pengeluaran tidak terkontrol di kalangan generasi muda. Menurutnya, kebiasaan memberi hadiah pada diri sendiri setelah bekerja atau kuliah dapat berubah menjadi pola konsumsi yang menguras keuangan jika dilakukan terus-menerus.
“Kalau setiap selesai kerja atau kuliah langsung self-reward, lama-lama bukan reward lagi, tapi kebiasaan yang menguras keuangan,” katanya.
Nurina menyebut langkah awal membangun literasi finansial dapat dimulai dengan melatih diri membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum bertransaksi. Ia juga mengingatkan kemajuan teknologi keuangan perlu diimbangi dengan kesadaran dan kontrol diri agar tidak terjebak perilaku konsumtif.
“Transaksi digital itu memudahkan, tapi di situlah letak bahayanya. Tinggal klik atau scan, uang keluar tanpa terasa,” ujarnya.
Selain pengelolaan pengeluaran, Nurina menekankan pentingnya menjaga data pribadi dalam aktivitas keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa kebocoran data dapat berdampak luas, termasuk jika terkait layanan pinjaman online maupun judi online.
“Data pribadi hari ini adalah aset. Kalau bocor karena pinjol atau judi online, dampaknya bisa ke banyak aspek kehidupan,” jelasnya.
Nurina berharap edukasi literasi finansial dapat membantu anak muda membangun pola pikir keuangan yang sehat, lebih mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

