BERITA TERKINI
Fore Kopi Alokasikan Rp 101,84 Miliar Dana IPO untuk Ekspansi Gerai hingga Akhir 2025

Fore Kopi Alokasikan Rp 101,84 Miliar Dana IPO untuk Ekspansi Gerai hingga Akhir 2025

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menyatakan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk ekspansi gerai baru. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mengalokasikan Rp 101,84 miliar untuk ekspansi hingga akhir 2025.

Dalam laporan yang sama, FORE juga menggunakan Rp 1 miliar dana IPO untuk setoran modal kepada anak usaha, PT Cipta Favorit Indonesia (CFI). Entitas tersebut mengelola bisnis Fore Donut.

Direktur Strategi dan Pengembangan Korporasi Fore Kopi Indonesia, M Fahmi Rachmattulah, mengatakan manajemen melihat peluang besar untuk menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri donat di Indonesia ke depan.

Ia merujuk riset Redseer yang menyebut industri donat di Indonesia masih berada pada tahap awal, dengan valuasi pasar sekitar US$ 213 juta pada 2024. Nilai itu disebut hanya 0,1% dari total pengeluaran makanan dan minuman, serta jauh di bawah Amerika Serikat yang mencatatkan US$ 8,85 miliar.

Fahmi juga membandingkan dengan Jepang yang berpenduduk lebih sedikit namun memiliki valuasi pasar donat sebesar US$ 607 juta. Dengan kondisi tersebut, potensi pertumbuhan pasar donat di Indonesia diperkirakan dapat mencapai rata-rata (CAGR) 16% per tahun hingga 2030. Menurutnya, prospek itu turut didukung tren “kopi dan snack pairing”.

Setelah membuka cabang pertama di Supermall Karawaci, Fore Donut memperluas kehadirannya ke Panglima Polim, Jakarta, serta Mall Grand Indonesia. Ekspansi tersebut dilakukan setelah perseroan mencatat respons positif yang disebut melebihi ekspektasi manajemen.

Per September 2025, FORE melaporkan telah mengoperasikan lebih dari 290 gerai kopi di lebih dari 50 kota di Indonesia dan Singapura. Fahmi menegaskan, setiap ekspansi dilakukan melalui proses terstruktur, mulai dari analisis lokasi berbasis data hingga penilaian faktor seperti aksesibilitas, visibilitas, fasilitas pendukung, dan performa historis.

Ia menyebut pendekatan itu ditujukan untuk memastikan setiap outlet baru memiliki potensi kinerja yang baik, termasuk di kota-kota tier 2 dan tier 3. Fahmi juga menyampaikan citra FORE sebagai merek premium yang terjangkau dinilai membuat perusahaan lebih mudah diterima pasar secara luas, sekaligus menopang skala ekspansi yang cepat namun tetap terkendali.

Dalam jangka pendek dan menengah, perusahaan berencana mempertahankan fokus pada ekspansi yang disiplin, penguatan operasional, serta pengembangan portofolio, salah satunya melalui peluncuran Fore Donut. Fahmi mengatakan agenda ekspansi yang didanai dari hasil IPO sejauh ini berjalan sesuai rencana.

Perseroan mencatat setelah penggunaan Rp 101 miliar tersebut, sisa dana hasil IPO hingga akhir 2025 sebesar Rp 235,35 miliar dan ditempatkan dalam rekening giro di Bank Mandiri dengan bunga 5% per tahun.

Di pasar saham, pada perdagangan Jumat (23/1/2026), saham FORE ditutup turun 10 poin atau 1,9% ke level Rp 520. Perusahaan yang dipimpin Vico Lomar itu mencatatkan kapitalisasi pasar Rp 4,6 triliun.