Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan bahwa langkah terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan tarif berisiko mengganggu “keseimbangan” yang sebelumnya telah dinegosiasikan antara Uni Eropa (UE) dan AS. Menurut Lagarde, situasi ini dapat menambah hambatan bagi pertumbuhan ekonomi global.
Dalam wawancara dengan program Face the Nation di CBS pada Minggu (22/2), Lagarde menekankan pentingnya kejelasan mengenai arah hubungan dagang kedua kawasan. Ia menyebut kepastian tersebut “sangat krusial” untuk menjaga stabilitas perdagangan.
Pernyataan Lagarde muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan penggunaan undang-undang kekuasaan darurat oleh Trump untuk memberlakukan tarif timbal balik secara global.
Lagarde mengibaratkan perlunya kepastian aturan dalam perdagangan seperti aturan lalu lintas saat berkendara. “Sama seperti saat kita menyetir, kita harus tahu aturan lalu lintasnya dulu sebelum naik ke mobil,” ujarnya. “Begitu pula halnya dengan perdagangan.”
Setelah putusan pengadilan pada Jumat, Trump menetapkan tarif global sebesar 10% untuk barang asing, namun menaikkannya menjadi 15% sehari kemudian. Menyikapi situasi yang disebut sebagai “kekacauan” di seberang Atlantik, anggota parlemen Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Senin (23/2) untuk mengevaluasi kembali kesepakatan dagang dengan AS.

