Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan kemajuan pemutakhiran data tipe investor di pasar modal. Hingga kini, pembaruan untuk kategori investor korporasi dan lainnya (others) telah mencapai 97 persen.
Dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2026), Samsul menyebut capaian tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan pelaku industri dan partisipan pasar. “Untuk yang granularity tipe investor, saat ini dengan bekerja sama dengan seluruh pelaku serta partisipan, sudah kami berhasil melakukan update 97 persen dari total untuk tipe investor yang korporate dan others,” ujarnya.
KSEI menilai capaian ini menunjukkan hampir seluruh data investor institusional non-individu telah tervalidasi dan diperbarui sesuai standar terbaru. Pemutakhiran tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan transparansi pasar modal yang dicanangkan regulator.
Dengan data yang lebih akurat, profil kepemilikan saham di berbagai emiten diharapkan menjadi lebih jelas dan terstruktur. KSEI juga menyebut langkah ini memperkuat fondasi keterbukaan informasi di industri pasar modal nasional.
Menurut KSEI, proses pembaruan dilakukan melalui verifikasi ulang klasifikasi investor, penyesuaian kategori, serta sinkronisasi data lintas lembaga untuk memastikan validitas informasi.
Selain kategori korporasi dan others, KSEI juga mencatat pembaruan untuk total investor institusi secara keseluruhan telah mencapai 93 persen. “Kemudian 93 persen untuk total investor keseluruhan institusi,” kata Samsul.
KSEI menargetkan penyediaan data yang telah diperbarui berdasarkan posisi akhir Maret 2026. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, data tersebut ditargetkan tersedia dan dapat diakses publik pada awal April 2026. “Jadi, insya Allah, kami juga sudah akan bisa menyediakan data tersebut berdasarkan komitmen kita adalah data per akhir Maret 2026 dan mudah-mudahan kita bisa sediakan di awal April 2026,” pungkasnya.

