BERITA TERKINI
Kredit Pintar dan PPDI Gelar Kelas Literasi Keuangan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas di Bekasi

Kredit Pintar dan PPDI Gelar Kelas Literasi Keuangan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas di Bekasi

BEKASI – Kredit Pintar melalui inisiatif Kelas Pintar Bersama kembali menggelar kegiatan literasi keuangan bertajuk “Finansial Inklusif untuk Semua”. Program ini menekankan pentingnya pemahaman pengelolaan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan kali ini, Kredit Pintar menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendorong pemahaman keuangan yang aman, mudah, dan inklusif, terutama dalam konteks penggunaan layanan keuangan dan pinjaman digital.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan literasi keuangan merupakan hak semua orang. Ia mengajak peserta untuk belajar dalam suasana yang aman dan inklusif.

“Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar,” ujar Puji.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ibis Style Jatibening, Bekasi. Acara dihadiri Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, serta diikuti peserta dari kalangan difabel yang tergabung dalam PPDI, yang merupakan organisasi payung bagi organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas, serta organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas di Indonesia.

Dalam sesi literasi, peserta mendapatkan materi mengenai cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, serta pengenalan layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi yang jelas untuk keamanan pengguna. Selain itu, dibahas pula risiko apabila tidak bijak dalam meminjam, hingga langkah kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang ramah, terbuka, dan mudah dipahami. Format tersebut ditujukan agar peserta merasa nyaman untuk bertanya maupun menyampaikan kendala yang dihadapi.

Norman Yulian menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kami mengapresiasi inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap Norman.

Kredit Pintar menyebut Kelas Pintar Bersama sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan yang bertanggung jawab. Kredit Pintar merupakan platform pinjam meminjam berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar menyatakan ingin mendorong masyarakat menggunakan layanan finansial secara cerdas, kritis, dan terlindungi. Puji menegaskan literasi keuangan yang aman dan inklusif dinilai penting untuk membantu masyarakat mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta mengetahui saluran bertanya dan mengadu ketika mengalami kesulitan.

Sejak 2022 hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama disebut telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan.