JAKARTA, 29 Januari 2026 — Kredit Pintar melalui program Kelas Pintar Bersama menggelar kegiatan literasi keuangan bertajuk “Finansial Inklusif untuk Semua” dengan menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pemahaman pengelolaan keuangan yang aman, mudah, dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan literasi keuangan merupakan hak setiap orang. Ia menekankan pentingnya ruang belajar yang aman dan inklusif agar peserta dapat memahami keuangan tanpa takut salah.
Acara berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ibis Style Jatibening, Bekasi. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PPDI H. Norman Yulian dan diikuti anggota PPDI.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan materi tentang cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, serta pengenalan layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi yang jelas untuk keamanan pengguna. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai risiko jika tidak bijak dalam meminjam dan cara mewaspadai berbagai modus penipuan.
Penyampaian materi disebut dikemas secara ramah, terbuka, dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat bertanya maupun menyampaikan kendala yang dihadapi tanpa rasa takut.
Norman menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Ia menilai kolaborasi semacam ini penting untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.
Kelas Pintar Bersama merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kredit Pintar untuk mendukung inklusi keuangan yang bertanggung jawab. Kredit Pintar merupakan platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar menyatakan berupaya mendorong masyarakat menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, kritis, dan terlindungi. Puji menegaskan, pemahaman keuangan dinilai membantu masyarakat mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta mengetahui ke mana harus bertanya dan mengadu ketika mengalami kesulitan.
Sejak 2022 hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama disebut telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan.
Dalam penyaluran pinjaman, Kredit Pintar mencatat nilai penyaluran sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan tercatat lebih dari Rp 60,5 triliun.

