BERITA TERKINI
Koperasi Anh Minh Kembangkan Produk Ramah Lingkungan, Serap Tenaga Kerja dan Dapat Dukungan Penguatan Usaha Perempuan

Koperasi Anh Minh Kembangkan Produk Ramah Lingkungan, Serap Tenaga Kerja dan Dapat Dukungan Penguatan Usaha Perempuan

Koperasi Pertanian Anh Minh di komune Tan My, yang berdiri pada 2020, mengembangkan produksi berbagai produk “ramah lingkungan” berbahan baku lokal. Koperasi ini dipimpin Vu Thi Hoan sebagai Ketua Dewan Direksi dan telah memiliki empat produk bersertifikasi OCOP, terdiri atas tiga produk OCOP bintang 3—gel mandi, sabun cuci piring, dan bubuk sereal—serta satu produk OCOP bintang 4, yakni sampo.

Di bawah kepemimpinan Hoan, koperasi mempertahankan kegiatan produksi dan bisnisnya serta memperluas pasar hingga ke berbagai wilayah di dalam negeri. Aktivitas usaha tersebut juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja, dengan menyerap tujuh pekerja tetap bergaji rata-rata 8 juta VND per bulan dan sekitar delapan pekerja musiman. Selain itu, koperasi membeli tanaman obat dari masyarakat setempat sebagai bahan baku.

Hoan menuturkan, sebelum kembali ke kampung halaman, ia sempat menjalankan usaha di provinsi Binh Dinh (kini provinsi Gia Lai) dan meraih hasil yang cukup baik. Keputusan pulang didorong keinginan memanfaatkan potensi tanaman obat yang melimpah di daerah asal sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.

Dalam perjalanannya, ia menyebut koperasi memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai tingkatan pemerintah, termasuk pendampingan Persatuan Wanita tingkat provinsi dan komune, terutama dalam promosi dan pengenalan produk serta fasilitasi pelatihan. Pada 2025, Persatuan Wanita Provinsi juga memberikan dukungan dana 50 juta VND untuk penguatan merek koperasi. Hoan menyatakan dukungan tersebut menjadi motivasi bagi dirinya dan koperasi untuk terus berinvestasi dan mengembangkan usaha, termasuk rencana memperluas skala produksi ke depan.

Upaya pendampingan terhadap perempuan dalam pembangunan ekonomi juga dilakukan melalui sejumlah proyek dan program. Pada 2025, serikat perempuan di berbagai tingkatan melaksanakan kegiatan pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi perempuan melalui proyek “Mendukung kewirausahaan perempuan, 2017–2025”, “Mendukung koperasi yang dikelola perempuan, menciptakan lapangan kerja bagi pekerja perempuan pada tahun 2030”, serta program target nasional pengurangan kemiskinan berkelanjutan.

Menurut data yang disampaikan, pada 2025 provinsi tersebut mendukung pendirian tiga koperasi baru dan tiga kelompok koperasi, serta meningkatkan kapasitas 432 perempuan yang memiliki usaha, mengelola koperasi, atau menjadi pemilik usaha rumah tangga. Sejumlah pelatihan juga difokuskan pada pengembangan ide rintisan, perencanaan bisnis, pengembangan pelanggan, dan keterampilan penjualan daring, disertai peningkatan kemampuan manajemen, pengetahuan produksi pertanian organik, serta perbaikan proses pengembangan produk OCOP bagi 673 anggota, 250 pemimpin perempuan, dan pekerja di koperasi maupun asosiasi.

Serikat perempuan juga mengoordinasikan 46 kelas pelatihan kejuruan dan transfer teknologi untuk 2.010 anggota, serta menyelenggarakan konseling studi di luar negeri dan penempatan kerja bagi 1.680 anggota. Perempuan dalam kondisi sulit menerima dukungan berupa model mata pencaharian, pinjaman tanpa bunga, bantuan ternak, serta bantuan tenaga kerja untuk panen pertanian dengan total lebih dari 1,6 miliar VND dan 7.700 hari kerja.

Melalui berbagai program tersebut, serikat perempuan dilaporkan membantu 631 anggota serikat perempuan miskin keluar dari kemiskinan melalui skema sponsor, serta membantu 2.501 rumah tangga hampir miskin keluar dari kemiskinan. Selain itu, dilakukan mobilisasi, penerimaan dana kepercayaan, dan penjaminan kredit dengan total lebih dari 5.193 miliar VND untuk mendukung 72.831 perempuan memperoleh pinjaman bagi pengembangan ekonomi.

Wakil Ketua Serikat Perempuan Provinsi, Nguyen Thi Hong Ha, menyatakan dukungan terhadap kewirausahaan dan pembangunan ekonomi perempuan merupakan salah satu tugas utama yang berkontribusi pada peningkatan status dan kualitas hidup perempuan serta pencapaian kesetaraan gender. Ia mengatakan pada 2026, Serikat Perempuan Provinsi akan melanjutkan fokus sumber daya untuk mendorong kewirausahaan, inovasi, dan penciptaan kekayaan yang sah bagi perempuan, termasuk membangun model “1 perempuan - 1 keluarga - 1 pembangunan ekonomi”.