Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Perekonomian) Susiwijono Moegiarso menyatakan konflik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi makro nasional. Pemerintah pun menyiapkan simulasi untuk memetakan konsekuensi ekonomi dari gejolak geopolitik global tersebut.
Menurut Susiwijono, simulasi yang disusun berfokus pada potensi perubahan postur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) akibat fluktuasi harga energi global. Ia menyebut kajian itu juga diarahkan untuk melihat dampaknya terhadap kondisi ekonomi makro secara keseluruhan.
“Kami sedang menyiapkan semacam simulasinya terhadap dampak ekonomi makro dan sekaligus utamanya terhadap postur APBN kita,” kata Susiwijono saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Susiwijono menuturkan pemerintah memberi perhatian khusus terhadap potensi pelebaran defisit anggaran. Ia menilai kenaikan harga minyak dunia yang tidak terduga dapat menekan ketahanan fiskal secara cukup dalam apabila konflik berlangsung berkepanjangan.
“Dan pasti defisitnya akan lebar sangat tinggi sekali makanya sedang kami siapkan,” ujarnya.
Dalam data yang disampaikan, harga minyak mentah Brent berada di kisaran USD 96 per barel, sementara WTI sekitar USD 91. Pemerintah, kata Susiwijono, menyiapkan skenario penyelamatan APBN di tengah ketidakpastian yang dipicu gejolak geopolitik di Timur Tengah.