BERITA TERKINI
Konflik AS-Israel vs Iran Hari Keempat Tekan Bursa Asia, IHSG dan Rupiah Melemah

Konflik AS-Israel vs Iran Hari Keempat Tekan Bursa Asia, IHSG dan Rupiah Melemah

JAKARTA – Memasuki hari keempat, perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus menekan kinerja pasar saham dan mata uang di kawasan Asia.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,96% ke level 7.939,77 pada perdagangan Selasa (3/3). IHSG sempat gagal bertahan di atas 8.000 pada sesi kedua perdagangan.

Total transaksi di pasar saham Indonesia tercatat mencapai Rp29,88 triliun, termasuk transaksi di pasar negosiasi sebesar Rp7,17 triliun.

Analis Phintraco dalam catatan kepada investor menyebut mayoritas indeks bursa Asia bergerak melemah pada 3/3, sementara indeks di bursa Eropa dibuka di teritori negatif. Kondisi ini dinilai sejalan dengan meningkatnya tekanan risiko geopolitik.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah turun menembus level psikologis 8.000 serta berada di bawah area MA200 yang selama ini menjadi penopang tren jangka panjang. Indikator MACD Stochastic RSI juga disebut menunjukkan potensi penurunan lanjutan.

“Jika support IHSG di 7.860 tertembus, diperkirakan akan menguji support berikutnya di 7.700-7.800,” tulis analis Phintraco.

Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com, penurunan IHSG relatif lebih terbatas dibandingkan sejumlah indeks saham lain di kawasan emerging market Asia Pasifik. Hang Seng melemah 1,2%, NIFTY India turun 1,24%, SET Thailand ambles 4,04%, dan KOSPI Korea Selatan merosot 7,24%.

Di pasar uang, sebagian besar mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS, seiring indeks dolar yang menguat 0,79%.

Baht Thailand tercatat turun 0,83% terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0,61%, rupee India turun 0,55%, sementara rupiah melemah terbatas 0,02% ke Rp16.872 per dolar AS.

Meski pelemahan rupiah pada hari ini terbilang tipis, sejak awal tahun nilai tukar rupiah telah turun 1,15% dari Rp16.680 per dolar AS.