JAKARTA — Kinerja bisnis teknologi finansial (fintech) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dinilai semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan sekaligus profitabilitas perusahaan. Segmen GoTo Financial (GTF), yang menaungi layanan pembayaran digital GoPay serta pinjaman digital, menjadi salah satu penggerak utama kinerja perseroan.
Dalam beberapa tahun terakhir, GoTo Financial berkembang sebagai pilar penting di ekosistem GOTO. Integrasi layanan pembayaran dan pembiayaan dengan ekosistem on-demand disebut memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis, ditopang pula oleh pemanfaatan data dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kapabilitas, terutama pada pengelolaan risiko.
Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan menilai GOTO berhasil mengembangkan bisnis pembayaran digital dan pinjaman secara seimbang. Menurutnya, kedua segmen tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi saling memperkuat dalam satu ekosistem.
Ia menyebut, pada bisnis pembayaran digital, kunci pertumbuhan terletak pada peningkatan keterlibatan pengguna melalui inovasi fitur serta integrasi layanan di dalam ekosistem GOTO. Semakin tinggi tingkat keterlibatan pengguna, semakin besar peluang monetisasi yang dapat dihasilkan.
Sementara dari sisi pinjaman, Rudy menekankan pentingnya kualitas underwriting dan disiplin manajemen risiko kredit agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dalam jangka panjang.
Pemanfaatan AI untuk pengembangan sistem credit scoring juga dinilai menjadi keunggulan kompetitif. Dengan dukungan data transaksi yang besar, perusahaan dapat membangun model penilaian kredit yang lebih komprehensif dan akurat, sehingga penyaluran pembiayaan bisa lebih terukur sekaligus menjaga kualitas kredit di tengah meningkatnya risiko di industri fintech dan perbankan.
Kinerja fintech yang kuat ini berdampak pada peningkatan profitabilitas GOTO. Pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin dari segmen pembayaran dan pinjaman disebut menjadi pendorong utama peningkatan EBITDA Grup yang disesuaikan.
Secara operasional, bisnis fintech GOTO terbagi menjadi dua segmen utama, yakni pembayaran digital (consumer payment) dan pinjaman (consumer lending). Keduanya mencatat performa positif sepanjang 2025 dan berkontribusi signifikan terhadap kinerja konsolidasi perusahaan.
Pada segmen pembayaran digital, jumlah pengguna bertransaksi tahunan mencapai sekitar 57 juta pada 2025, tumbuh sekitar 36 persen secara tahunan. Pada Desember 2025, jumlah transaksi melalui platform GOTO menembus sekitar 600 juta transaksi.
Di sisi pinjaman, nilai buku pinjaman konsumen mencapai sekitar Rp 8,8 triliun pada 2025, meningkat sekitar 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah ekspansi tersebut, kualitas kredit dilaporkan tetap terjaga dengan rasio pinjaman lancar di atas 92 persen.
Secara keseluruhan, pendapatan bisnis fintech GOTO sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 5,8 triliun atau tumbuh sekitar 62 persen secara tahunan. Dari sisi profitabilitas, EBITDA yang disesuaikan berbalik dari rugi sekitar Rp 467 miliar pada 2024 menjadi laba sekitar Rp 497 miliar pada 2025.
Analis menilai keunggulan fintech GOTO ditopang oleh skala ekosistem, kekayaan data pengguna, serta kemampuan mengembangkan teknologi yang relevan. Kombinasi tersebut membuat GOTO memiliki daya saing kuat di industri fintech.