BERITA TERKINI
Pasar Global Tertekan Setelah Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz

Pasar Global Tertekan Setelah Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz

Optimisme pasar global yang sempat muncul singkat memudar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap Selat Hormuz. Kebijakan tersebut memicu eskalasi ketegangan dengan Iran, menyusul gagalnya perundingan damai pada akhir pekan. Dampaknya, harga minyak melonjak, sementara pasar saham dan obligasi melemah.

Minyak mentah Brent naik 6,8% dan nyaris menyentuh US$102 per barel. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran bahwa blokade akan mengganggu aliran energi melalui salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Di pasar saham, bursa Asia terkoreksi 0,7%. Kontrak berjangka S&P 500 sempat mencatat penurunan lebih dalam sebelum memangkas kerugian, namun tetap diperdagangkan turun 0,7% di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat menekan pertumbuhan ekonomi.

Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya seiring statusnya sebagai aset safe haven sejak konflik Timur Tengah pecah. Sebaliknya, pasar obligasi melemah. Imbal hasil surat utang pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke 2,49%, level tertinggi sejak 1997, di tengah kekhawatiran inflasi.

Harga emas turun 0,7% ke kisaran US$4.710 per ons. Penurunan ini terjadi ketika lonjakan harga minyak mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi.

Perintah blokade tersebut juga menahan sentimen positif yang sempat terbentuk setelah gencatan senjata pada pekan lalu. Meski demikian, pelemahan yang tergolong moderat pada pembukaan pasar Senin menunjukkan sebagian investor masih menyimpan optimisme terbatas bahwa jalur diplomatik tetap mungkin ditempuh.