Jakarta — Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara menekankan pentingnya transparansi di industri pasar modal bagi perusahaan asuransi. Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.
Yulius mengatakan pemegang polis menaruh harapan besar kepada perusahaan asuransi dalam mengelola dana, terutama pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI. Karena itu, strategi investasi di industri asuransi disebutnya berkaitan erat dengan pengelolaan aset dan liabilitas.
“Bagi kami industri asuransi, strategi investasinya kan sebenarnya asset and liability management karena at the end of the day ini kan bagi industri investasi yang kami investasikan harus kami pertanggungjawabkan pada saat terjadi klaim atau jatuh tempo polis,” ujarnya dalam Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/3/2026).
Ia menilai transparansi di pasar modal dapat membuat perusahaan asuransi lebih percaya diri untuk masuk ke pasar saham. Yulius juga menyebut reformasi akan meningkatkan kepercayaan anggota DAI, di tengah tren penurunan investasi industri asuransi di pasar saham dari tahun ke tahun.
Selain itu, Yulius menyoroti kondisi yang menekan industri asuransi saat ini. Ia menyebut faktor bencana serta situasi perang turut memengaruhi, sehingga perolehan premi dinilai tidak sebanding dengan klaim yang dikeluarkan.
“Kita tau kondisi Indonesia ada bencana, kemudian ada perang ini kan jelas secara premi memang ada tekanan memang diperbaiki sisi satunya lagi which is investasi tapi memang kita punya rencana jadi akhirnya governance harus tetap kuat. Dengan semangat dari Presiden, OJK memang memberi harapan baru,” katanya.

