Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kontrak berjangka mengindikasikan pembukaan yang lebih rendah di pasar saham Australia, Jepang, dan Hong Kong, sementara dolar AS tercatat sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 berbalik menguat dan menghapus kerugian sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka Treasury naik pada Senin pagi, yang mengisyaratkan penurunan imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun.
Di pasar komoditas, harga minyak menguat pada awal perdagangan Senin setelah serangan AS terhadap pusat ekspor utama Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak mentah di kawasan Timur Tengah. Minyak Brent sempat melonjak hingga 3,3% ke level di atas US$106 per barel setelah AS membom sasaran militer di Pulau Kharg, terminal yang menangani hampir seluruh ekspor minyak Iran.