Jakarta — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga emas dunia dalam waktu dekat. Eskalasi konflik setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran pasar global, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai eskalasi tersebut dapat memperpanjang ketidakpastian global, yang secara historis kerap menjadi pendorong utama penguatan harga emas. Ia mengatakan sentimen geopolitik bisa memicu lonjakan harga emas secara cepat, terutama jika ketegangan meningkat dalam waktu singkat.
“Konflik ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap harga emas dunia. Pergerakan harga dapat mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven atau instrumen lindung nilai yang banyak diburu saat terjadi ketidakpastian ekonomi maupun konflik geopolitik. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, investor cenderung memindahkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Kenaikan permintaan tersebut pada akhirnya dapat mendorong harga emas di pasar internasional.
Pergerakan harga emas global juga berpengaruh terhadap harga logam mulia di pasar domestik. Jika kenaikan harga emas dunia terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah, harga emas di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan yang lebih signifikan.
Menurut pengamat, kenaikan harga emas dunia diperkirakan berdampak langsung terhadap harga logam mulia di dalam negeri. Hal ini karena harga emas lokal dipengaruhi dua faktor utama, yakni harga emas internasional dan nilai tukar mata uang. Dalam situasi seperti itu, investor domestik umumnya meningkatkan pembelian emas sebagai upaya perlindungan nilai aset.
Ketegangan di kawasan disebut meningkat setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah target militer di Timur Tengah. Pernyataan resmi militer Iran menyebut serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan sebelumnya yang menargetkan wilayah strategis negara itu. Perkembangan ini turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik global.
Situasi geopolitik yang tidak stabil kerap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk emas. Investor global pun memantau perkembangan konflik secara intensif untuk menentukan strategi investasi mereka.
Dalam proyeksi pengamat, potensi kenaikan harga emas masih terbuka dalam jangka pendek maupun menengah selama ketidakpastian global berlanjut. Selain faktor geopolitik, pergerakan emas juga dipengaruhi variabel lain seperti inflasi global, kebijakan bank sentral, dan nilai tukar mata uang.

